Permasalahan yang dihadapi para pengrajin adalah kemiskinan yang dihadapi oleh masyarakat sangatlah beragam, termasuk dari kalangan perempuan atau ibu rumah tangga. Pada umumnya, kaum perempuan terdorong untuk mencari nafkah karena tuntutan kesejahteraan keluarga yang disebabkan oleh penghasilan suami yang kurang mencukupi kebutuhan. Motivasi kerja masyarakat seperti perempuan pedesaan yang bekerja bukanlah sekadar mengisi waktu luang, atau melanjutkan karier semata, tetapi juga untuk meningkatkan pendapatan keluarga, serta lemahnya pengelolaan usaha, pemasaran produk, serta pencatatan keuangan yang belum terstruktur. Melalui pelatihan manajemen usaha, peserta diberikan pemahaman mengenai perencanaan bisnis, pengelolaan keuangan sederhana, serta strategi pemasaran berbasis digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajerial kelompok pengrajin tenun ikat di Desa Boleng. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei, memberikan pelatihan manajemen usaha, serta memberikan monitoring dan evaluasi terhadap manajemen dan pemasaran yang sudah dilakukan. Hasil pelatihan membawa dampak positif bagi kelompok pengrajin dan anggotanya karena dengan mudah bisa memahami tentang pentingnya manajemen usaha terutama proses pemasaran secara online yang harus mengikuti tren masa kini, serta memberikan peningkatan pemahaman peserta dalam mengelola usaha secara lebih sistematis. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari pengembangan kapasitas ekonomi lokal berbasis kearifan budaya tenun ikat.
Copyrights © 2025