Preeklampsia menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal, khususnya diIndonesia. Kondisi ini umumnya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, ditandai denganpeningkatan tekanan darah dan keberadaan protein dalam urin. Kurangnya pemahaman ibu hamilmengenai gejala dan risiko preeklampsia kerap menyebabkan keterlambatan dalam deteksi danpenanganan, yang pada akhirnya dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Sebagai bentukkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil, program pengabdian masyarakatbertajuk SIGAP (Sosialisasi dan Informasi Gawat Preeklampsia) dilaksanakan dengan tujuanutama untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap preeklampsia.Program ini mengedepankan pendekatan edukatif melalui kegiatan penyuluhan dan distribusimateri informasi kepada kelompok sasaran, yaitu ibu hamil, keluarga, dan kader kesehatan diwilayah intervensi. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok,demonstrasi pemeriksaan tekanan darah secara mandiri, serta pembagian leaflet edukatif. Kegiatanini ditujukan kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk ibu hamil dan menyusui, kaderposyandu, dan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan primer. Evaluasi program dilakukan melaluipre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan pesertasetelah mengikuti kegiatan. Skor pengetahuan meningkat signifikan dari 30 ± 10 % menjadi85 ± 8 % (p < 0,001). Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan berkomitmen menerapkaninformasi yang diperoleh Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis edukasi melaluiprogram SIGAP memiliki potensi yang besar dalam menurunkan risiko preeklampsia dimasyarakat dan turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan ibu hamil di Indonesia.
Copyrights © 2025