Pendidikan di tingkat SMA merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter dan pola hidup remaja. Salah satu perilaku berisiko yang umum dijumpai pada kelompok usia ini adalah kebiasaan merokok. Faktor sosial seperti tekanan teman sebaya serta keinginan untuk terlihat "keren" seringkali menjadi pemicu utama. Perilaku merokok di kalangan remaja menjadi permasalahan serius karena berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental. Sebagai upaya promotif dan preventif, edukasi mengenai bahaya merokok perlu diberikan secara sistematis. Tujuannya adalah meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran akan risiko merokok dengan menggunakan pendekatan face to face (langsung bertatap muka) metode ceramah kepada siswa laki-laki di SMA Negeri 1 Gu, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman siswa pada seluruh indikator pertanyaan. Peningkatan paling rendah sebesar 17,6% tercatat pada pemahaman tentang perokok pasif, yang sebelumnya telah diketahui cukup baik oleh siswa. Sebaliknya, peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman bahaya merokok bagi remaja, dengan peningkatan sebesar 71,67%; dari 28,33% sebelum edukasi menjadi 100% setelah intervensi. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi memiliki efektivitas tinggi dalam meningkatkan pengetahuan siswa, terutama pada aspek yang sebelumnya kurang dipahami. Sekolah direkomendasikan memperluas edukasi bahaya merokok dengan melibatkan civitas akademika dan orang tua demi mendukung terciptanya Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Copyrights © 2025