Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Lukas 17:21 dalam konteks teologis-eksegetis guna memahami makna kehadiran Kerajaan Allah sebagai realitas kehidupan Kristen. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis aspek linguistik, historis, dan teologis dari frasa “Kerajaan Allah ada di antara kamu.” Hasil analisis menunjukkan bahwa Kerajaan Allah hadir melalui pribadi Kristus dan menuntut respons iman berupa transformasi batiniah, pembentukan komunitas gereja yang profetik, serta keterlibatan misiologis di tengah dunia. Konsep “eskatologi yang diinisiasi” (inaugurated eschatology) menjadi kerangka utama dalam memahami dinamika “sudah” dan “belum” dari Kerajaan Allah. Temuan ini menunjukkan bahwa formasi iman Kristen harus bersifat holistik—mencakup spiritualitas pribadi, etika sosial, dan aksi transformasional dalam masyarakat. Pemahaman ini relevan untuk memperkuat spiritualitas kontemporer yang kritis dan kontekstual.
Copyrights © 2025