Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan pendidikan yang dihadapi oleh anak-anak Suku Bajo di Pulau Saponda, serta upaya masyarakat dan guru dalam meningkatkan akses pendidikan. Masalah utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan ekonomi yang menghalangi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan formal, serta kurangnya fasilitas pendidikan yang memadai. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, guru, dan orang tua, serta observasi langsung di lingkungan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anak tidak dapat mengakses pendidikan akibat biaya transportasi yang tinggi dan keterbatasan sumber daya, seperti buku ajar dan alat bantu belajar. Selain itu, meskipun masyarakat memiliki potensi untuk berpartisipasi dalam pendidikan anak, keterlibatan orang tua masih rendah. Temuan ini menegaskan perlunya dukungan pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan, guna memberikan anak-anak kesempatan yang lebih baik untuk mencapai pendidikan yang layak dan berkualitas.
Copyrights © 2025