Peralatan dan fasilitas yang ada di laboratorium yang kurang memadai sangat memungkinkan potensi bahaya dan pelanggaran terhadap prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium. Selain itu dampak lain yang terjadi adalah munculnya Penyakit Akibat Kerja (PAK). Untuk menghindari atau meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja perlu dilakukan tindakan pencegahan yaitu melalui identifikasi potensi bahaya yang dapat timbul dari suatu aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keamanan laboratorium dan keluhan simptom klinis PAK pada laboran yang bekerja di Laboratorium Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bhamada Slawi. Metode penelitian ini dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung oleh data-data kuantitatif melalui hasil kuesioner yang melibatkan seluruh laboran. Berdasarkan hasil kuesioner menyatakan bahwa sejumlah 90% laboran sudah mengetahui kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja namun hanya 50% laboran yang sudah mendapatkan fasilitas pelatihan K3 dan perlengkapan keamanan kerja, dan sejumlah 60% laboran menyatakan belum terlindungi dari risiko keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium. Keluhan simptom klinis PAK yang dirasakan laboran diantaranya rasa gatal dan panas ketika terpapar zat kimia, diare, sesak napas, pusing, memar karena gigitan hewan uji. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya meningkatkan protokol keselamatan laboratorium serta penyediaan pelatihan dan perlengkapan K3 yang memadai pada seluruh laboran.
Copyrights © 2025