BOHSEJ (Bhamada Occupational And Health Safety Environment Journal)
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal (BOHSEJ) adalah jurnal nasional yang diinisiasi oleh Prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi. BOHSEJ berfokus untuk memuat artikel ilmiah dalam bidang keilmuan keselamatan kerja, kesehatan kerja, Keselamatan Lingkungan dan kesehatan lainnya yang terkait dengan bahaya dan risiko di tempat kerja. Artikel yang dipublikasikan ditinjau menggunakan mekanisme peer-review dimana setiap artikel akan diperiksa oleh reviewer yang ditunjuk oleh editor. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini dapat berupa hasil penelitian, hasil telaah/review, laporan kasus, dan komunikasi/laporan singkat.
Articles
25 Documents
Analisis Kepatuhan Karyawan Mutiara Department Store Slawi dalam Pencegahan Covid-19
Pratiwi, Anggit;
Rakhmadi, Triyono;
Subekti, Agung Tyas
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/bohsej.v1i1.548
Pandemi Covid-19 telah berdampak pada berbagai aspek. Salah satunya adalah pusat perbelanjaan/retail karena pusat perbelanjaan merupakan tempat yang rentan terhadap penyebaran virus SARS-CoV-2 sehingga protokol kesehatan harus diterapkan dan karyawan harus mematuhil kesehatan di tempat kerja. Protokol Kesehatan Kepatuhan COVID-19, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kepatuhan karyawan Mutiara Cahaya Department Store Slawi dalam Pencegahan Covid-19, Penelitian ini merupakan penelitian dedkriptif dengan desain crosssectional. Subjek penelitian adalah seluruh karyawan Mutiara Cahaya Department Store Slawi dengan sampel sebanyak 48 responden. Analisis data: Data dianalisis menggunakan uji univariat berupa distribusi. Hasil analisis menunjukkan penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Mutiara Cahaya Department Store Ciawi berjalan cukup baik (39,59%) dengan kepatuhan karyawan yang baik juga (64,58%).. Kesimpulan: Kepatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan yang dilakukan oleh karyawan dan manajemen Mutiara Cahaya Department Store Ciawi antara lain pemakaian masker, cuci tangan, pengecekan suhu tubuh karyawan dan pengunjung, pembatasan jam operasional, pemberian tanda jaga jarak >1 meter, pemasangan separator pada meja kasir, dan pembersihan tempat kerja dengan disinfektan.
PENGARUH PERBEDAAN SHIFT KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT RAWAT INAP DI RS. X KABUPATEN BREBES
Hangkoso, Reza Elang;
Subekti, Agung Tyas;
Atmoko, Dwi
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/bohsej.v1i1.553
Rumah sakit diperbolehkan untuk beroperasi selama 24 jam secara terus menerus. Hal ini membuat perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit harus mengikuti sistem shift kerja yang telah diatur oleh pihak rumah sakit. Bekerja pada shift tertentu tidak jarang menimbulkan kelelahan. Tujuan penelitian adalah menganalisa pengaruh perbedaan antara shift kerja terhadap kelelahan kerja pada perawat. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif desain penelitian observasional analitik Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 90 dimana dalam setiap shift diambil 30 responden perawat ruang rawat inap dan teknik pengambilan sampel secara teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian berupa data skoring kelelahan kerja. Analisa data menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Mann Whitney. uji statistic non parametrik Kruskal Wallis dengan interprestasi hasil bahwa jika p value 0.05 maka hasil dinyatakan tidak signifikan lalu selanjutnya akan dilanjutkan uji lanjut dengan uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata Berdasarkan hasil uji statistik Kruskal Wallis maka diketahui nilai asymp.sig adalah sebesar 0.003>0.05 antara kelelahan kerja pada shift pagi, shift siang, shift malam terdapat perbedaan. Hasi uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan berdasarkan nilai median sehingga lebih spesifik. Diketahui bahwa nilai nilai signifikan perbandingan shift pagi dan shift siang 0.584<0.05 yang artinya tidak terdapat perbedaan, lalu diketahui bahwa nilai nilai signifikan perbandingan shift pagi dan malam siang 0.008>0.05 yang artinya terdapat perbedaan.dan diketahui bahwa nilai nilai signifikan perbandingan shift siang dan shift malam 0.001>0.05 yang artinya terdapat perbedaan
ANALISIS K3 DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESMENT AND DETERMINING CONTROL (HIRADC) PADA PT. USAHA MINA INSANI BREBES
Aeni, Efrida Nur;
Lia, Rosmalia;
Pratiwi, Anggit
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/bohsej.v1i1.570
Ikan merupakan makanan yang mudah mengalami pembusukan (perishable food) khususnya pada daerah yang beriklim tropis seperti Indonesia. Faktor lain yang menyebabkan ikan tidak layak dikonsumsi yaitu faktor fisika serta faktor kimia. Teknik penanganan ikan dengan pembekuan di dalam ruang cold storage dilakukan untuk menjaga kesegaran dan menjaga suhu ikan, namun penggunaan cold storage di PT. Usaha Mina Insani Brebes memunculkan bahaya dan risiko bagi para pekerja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif observatif, dengan tujuan mendeskripsikan hasil observasi pada aktivitas dan lingkungan kerja di PT. Usaha Mina Insani Brebes. Seluruh aktivitas pekerjaan yang dilakukan terdapat potensi bahaya rendah sampai dengan tinggi, dengan frekuensi yang sering sampai dengan jarang. Terdapat 44 potensi bahaya pada 14 aktivitas pekerjaan yang dilakukan di PT. Usaha Mina Insani Brebes, tingkat risiko tertinggi nilainya adalah 20 dengan indeks warna merah yang terjadi pada aktifitas perbaikan alat dan tingkat risiko paling rendah nilainya adalah 6 dengan indeks risiko warna biru yang terjadi pada aktivitas perbaikan alat, pengangkutan muatan ikan oleh truk, pembongkaran muatan ikan, penataan ikan, penimbangan ikan, pengepakan ikan ke dalam karung, penataan ikan ke kendaraan pemesan.
HUBUNGAN MASA KERJA, SIKAP, DAN KELELAHAN TERHADAP PERILAKU AMAN BERKENDARA PADA SUPIR MINI BUS DI PT. BUDI SANTOSO JAYA
Wahyuningsih, Nur Ainun
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/bohsej.v1i1.571
Kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan raya, tentunya terdapat juga kecelakaan yang disebabkan oleh angkutan umum seperti bus. Faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di Indonesia paling besar disebabkan oleh faktor manusia terkait dengan kemampuan serta karakter pengemudi yaitu mencapai 61%. Dengan demikian, salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk mencegah terjadinya kecelakaan adalah dengan menerapkan perilaku aman berkendara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masa kerja, sikap, dan kelalahan kerja terhadap perilaku aman berkendara pada supir mini bus di PT. Budi Santoso Jaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode analisis statistik inferensial dan dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan besar sampel sebanyak 50 pengemudi mini bus. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat uji korelasi pearson product moment. Sebagian besar pengemudi memiliki masa kerja dengan kategori lama (70%), dan sikap pengemudi pada tingkat yang cukup sebesar (64%), sedangkan tingkat kelelahan kerja pengemudi paling banyak pada kategori sedang (96%), serta pengemudi dengan perilaku aman berkendara yang baik sebesar (72%). Berdasarkan uji korelasi pearson product moment didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara masa kerja (p- value = 0,073) terhadap perilaku aman berkendara pada supir mini bus di PT. Budi Santoso Jaya. Sedangkan terdapat hubungan antara sikap (p-value = 0,000) dan kelelahan kerja (p-value = 0,002) terhadap perilaku aman berkendara pada supir mini bus di PT. Budi Santoso Jaya
ANALISIS RISIKO AKTIVITAS LIFTING DENGAN LAUNCHER GANTRY CRANE MENGGUNAKAN METODE HIERARCHY TASK ANALYSIS (Pekerjaan Erection Girder di ADHI-SMS-WIN KSO)
Dewi, Daru Sartika;
Subekti, Agung Tyas;
Pratiwi, Anggit
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 1 No 2 (2023): Occupational Health And Safety Environment
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/bohsej.v1i2.592
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa penilaian risiko terhadap urutan aktivitas pengoperasian lifting dengan launcher gantry crane menggunakan metode hierarchy task analysis di ADHI-SMS-WIN KSO. Pokok masalah penelitian ini yaitu bagaimana analisis risiko aktivitas lifting dengan launcher gantry crane menggunakan metode hierarchy task analysis (pekerjaan erection girder di ADHI-SMS-WIN KSO. Teknik sampling yang digunakan non probability dengan purposive sampling dengan kriteria pengetahuan tentang launcher gantry crane. Kriteria informan yang dipilih sebanyak tiga orang yang berlatar belakang profesi terkait dengan pekerjaan launcher gantry crane. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisa data yang digunakan adalah reduksi data, pengujian data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan metode. Dari tiga orang informan, salah satunya sudah memiliki sertifikat spesialis K3 pesawat angkat dan angkut dan memahami pekerjaan erection girder menggunakan launcher gantry crane. Triangulasi metode dilakukan dengan pengambilan data juga menggunakan observasi. Dapat disimpulkan bahwa dari delapan langkah kerja terdapat lima langkah kerja yang memiliki risiko high/ tinggi yaitu pada pemasangan lifting frame, lifting dan launching girder, launching main trust, launching girder ke span P1-P2, sliding main truss ke area penempatan dan 3 langkah kerja yang memiliki risiko moderate pada penurunan girder, pemasangan bracing dan pelepasan lifting frame. Sebagian besar pekerjaan erection girder pada proses pengoperasian launcher gantry crane merupakan pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi/ high dimana semua risiko yang diakibatkan jika terjadi kecelakaan dapat menjadi fatality dan kerugian besar baik dari segi manusia, peralatan, mesin dan citra bagi perusahaan.
EVALUASI PROGRAM CHSE (CLEANLINESS, HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENTAL SUSTAINABILITY) DI DAYA TARIK WISATA PASAR SLUMPRING
Auladi, Fardan;
Lia, Rosmalia;
Pratiwi, Anggit
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 1 No 2 (2023): Occupational Health And Safety Environment
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/bohsej.v1i2.594
Pandemi Covid-19 berdampak buruk bagi semua sektor kehidupan tidak hanya sektor kesehatan, tetapi juga sektor lain seperti sektor pendidikan, perekonomian, sosial dan budaya. Pembatasan sosial dan pelarangan berkegiatan selama pandemi Covid-19 mengakibatkan berbagai kegiatan usaha pariwisata di desa wisata tidak beroperasi. Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program CHSE (Cleanliness Health, Safety and Environmental Sustainability), serta tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui program CHSE yang telah terlaksana dan hambatan program CHSE (Cleanliness Health, Safety and Environmental Sustainability) di Daya Tarik Wisata Pasar Slumpring Desa Cempaka Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, untuk menguraikan dan mendeskripsikan evaluasi program CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) pada Daya Tarik Wisata Pasar Slumpring Desa Cempaka Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Program CHSE mayoritas sudah diterapkan oleh pengelola wisata Pasar Slumpring. Ke-empat aspek dalam CHSE mayoritas sudah diterapkan namun terdapat beberapa indikator yang perlu di perbaiki pelaksanaannya.
STUDY LITERATURE PEMAHAMAN PROSEDUR KESELAMATAN DALAM IZIN KERJA DI KETINGGIAN
Mazki, Hanif Aeni;
Arifin, Muhammad Yusuf;
Rakhmadi, Triyono
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/bohsej.v1i1.595
Berdasarkan data Occupational Safety and Health Administration (OSHA) di Amerika menunjukkan bahwa jumlah kematian total dalam sektor konstruksi pada tahun 2014 sebesar 874 jiwa. Menurut International Labour Organization (ILO) tahun 2015, diperkirakan secara global ada 60.000 kecelakaan kerja fatal per tahunnya. Sekitar 1 dari 6 kecelakaan fatal yang dilaporkan, terjadi pada sektor konstruksi. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk mengumpulkan data dan menganalisis data dari jurnal-jurnal terkait yang membahas tentang penerapan izin kerja diketinggianWork permit juga bisa dipakai sebagai alat untuk mengidentifikasi sebuah pekerjaan yang akan dikerjakan, potensi-potensi yang dapat membahayakan pekerjaan dan juga sebagai tindakan pencegahan maupun pengendalian potensi bahaya tersebut. Dapat disimpulkan bahwa work permit berfungsi untuk menyatakan tempat atau area kerja yang akan dilakukan sudah aman dan diketahui identifikasi bahaya tahap awal serta tindakan-tindakan pencegahan yang dilakukan oleh pekerja serta peralatan yang digunakan. Biasanya work permit juga ditambahkan dengan beberapa dokumen pendukung, misalnya Job Safety Analysis (JSA) dan Tool Box Checlist.(Safitri dan Widowati, 2017)Permit to work (sistem izin kerja), merupakan sebuah mekanisme untuk mengidentifikasi, mengkomunikasikan, mengurangi serta mengendalikan bahaya terkait pekerjaan yang memiliki potensi buruk terhadap kesehatan, lingkungan serta keselamatan (Chevron, 2019).Penerapan 5W 1H dalam menganalisis pekerjaan diketinggian.Dan membahas mengenai alat bantu yang dibutuhkan dalam pekerjaan diketinggian.
Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR) di Ruang Terbatas dengan Pedekatan Literature Study
Septiningtias, Angela Septiningtias;
Rakhmadi, Triyono;
Subekti, Agung Tyas
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 1 No 2 (2023): Occupational Health And Safety Environment
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/bohsej.v1i2.596
Bekerja dalam ruang terbatas (confined space) merupakan salah satu pekerjaan yang mempunyai resiko bahaya yang tinggi, salah satunya dibuktikan pada International Association of Oil and Gas Producers (IOGP) Report 459 mengenai Life-Saving Rules dimana salah satu elemennya adalah Ruang Terbatas (Confined Space). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi bahaya dan penilaian risiko pada ruang terbatas, dengan tujuan khusus agar dapat mengetahui informasi jenis bahaya pada ruang terbatas, metode identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang digunakan, serta tingkat dari bahaya tersebut dalam konteks tempat kerja di Ruang Terbatas (Confined Space). Penelitian ini merupakan penelitian dalam bentuk narrative literature review, dimana pengumpulan referensi artikel menggunakan Google Scholar. Hasil dari penelitian ini didapatkan data jenis bahaya dalam ruang terbatas seperti bahaya gas beracun, kekurangan oksigen, bahaya ledakan, bahaya percikan api, dll. Metode identifikasi bahaya yang dapat digunakan meliputi HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control), HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) dan JSA (Job Safety Analysis).Tingkat risiko bahaya yang terdapat dalam ruang terbatas hingga tingkat risiko bahaya tinggi.
ANALISA PENYEBAB BLIND SPOT PADA TRUCK DAN UPAYA MENGATASINYA
Firmansyah, Sultan;
Rakhmadi, Triyono;
Atmoko, Dwi
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 1 No 2 (2023): Occupational Health And Safety Environment
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/bohsej.v1i2.597
Pengemudi truk tidak dapat melihat seluruh area di sekitar kendaraan. Bagian yang tidak terlihat disebut titik buta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang disajikan melalui tinjauan literatur naratif. Tinjauan literatur naratif adalah jenis penelitian kualitatif yang berfokus pada menceritakan kisah kehidupan manusia melalui pengalaman, wawancara, foto, biografi, dan jenis cerita pengalaman manusia lainnya. Desain kendaraan truk dapat menciptakan titik buta. Pengukuran volume bodi pengemudi dan pengaturan kaca spion. Salah. Saat ini permasalahan tersebut dapat diatasi dengan memperbaiki kaca spion, memberikan sinyal cahaya saat menyalip, menjaga jarak, serta melengkapi mobil dengan kamera dan sensor. Berdasarkan hasil studi literatur disimpulkan bahwa luas titik buta dipengaruhi oleh desain kendaraan dan antropometri pengemudi.
ANALISIS IMPLEMENTASI IZIN KERJA PANAS
Arifin, M.Yusuf;
Rakhmadi, Triyono
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 1 No 2 (2023): Occupational Health And Safety Environment
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/bohsej.v1i2.598
Izin kerja merupakan suatu dokumen tertulis yang digunakan sebagai syarat dalam bekerja melaksanakan pekerjaan berbahaya dengan memperhatikan potensi bahaya yang ada dan tindakan yang diantisipasi, serta cara mengendalikannya. Pekerjaan yang mempunyai potensi bahaya sedang bekerja di ketinggian. Di dalam permohonan izin kerja, masih banyak yang kurang maksimal dan belum masuk sesuai SOP (Standard Operating Procedure), dalam persetujuan pekerjaan izin. Berdasarkan pemasalahan diatas dilakukan review artikel dengan mengumpulkan literatur jurnal melalui google scholar untuk menganalisis implementasi izin kerja panas. Sistem izin kerja yang aman sangat penting dalam pekerjaan seperti pemeliharaan pabrik kimia di mana potensi risikonya tinggi dan memerlukan koordinasi kegiatan serta tindakan pencegahan yang cermat untuk keselamatan kerja. Dalam situasi ini dan situasi yang memiliki potensi risiko yang serupa, prosedur perizinan dalam bekerja sangat diperlukan. Peran dari prosedur perizinan adalah untuk untuk memastikan bahwa pekerjaan yang berpotensi sangat berbahaya (misal pekerjaan diruang terbatas) dilakukan dengan aman. Prosedur perizinan yang dimaksud adalah izin kerja yang juga merupakan salah satu safe operating prosedure dalam unit proses.