Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Data dari Dinas Kesehatan Kota Jambi kasus stunting pada tahun 2022 sebesar 14%, tahun 2023 sebesar 13,5% namun belum mencapai target Provinsi Jambi sebesar 12%. Angka kasus stunting tertinggi pada tahun 2023 terdapat di Puskesmas Tanjung Pinang dengan angka kasus sebanyak 67 anak atau sebesar 4,4%. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Pinang Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi analitik. Data diperoleh dari 11 informan dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi yang menjadi penguat dari hasil wawancara di Puskesmas Tanjung Pinang pada bulan Oktober-November 2024. Analisis data kualitatif menggunakan software NVivo 12 dan triangulasi sumber dan metode untuk keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari aspek input SDM tenaga gizi masih kurang, sumber dana berasal dari dana BOK dan Dinas, sarana masi kurang karena 6 posyandu belum memiliki antropometri digital. Dari aspek proses perencenaan sudah cukup baik, pada pelaksanaan kegiatan dari 5 kegiatan 4 diantaranya masi terdapat hambatan atau kendala dalam pelaksanaannya yaitu kegiatan mengidentifikasi kasus stunting, konseling gizi, pendistribusian PMT, dan rujukan balita stunting ke dokter spesialis. Pencatatan dan pelaporan sudah cukup baik karena menggunakan aplikasi e-PPGBM. Pelaksanaan program penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Pinang sudah cukup baik, namun dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala dan hambatan dari aspek input SDM, sarana dan aspek proses pelaksanaan.
Copyrights © 2025