Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak usia balita, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu determinan penting yang memengaruhi kejadian ISPA pada balita adalah status gizi. Anak dengan gizi buruk memiliki sistem imun yang melemah, sehingga lebih rentan terserang infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA pada balita usia 0–5 tahun di Klinik Julia Likupang, Sulawesi Utara. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diambil dari rekam medis seluruh balita (n=196) yang berobat ke Klinik Julia Likupang sepanjang tahun 2024 dengan menggunakan teknik total sampling. Status gizi dikategorikan berdasarkan indikator antropometri Berat Badan menurut Umur (BB/U), sementara data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentasi balita yang mengalami ISPA sebanyak 49%. Prevalensi ISPA paling tinggi ditemukan pada kelompok balita dengan status gizi kurang (74%) dan sangat kurang (67%). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dan kejadian ISPA dengan nilai χ² = 7,87 dan p = 0,0488 (p < 0,05). Dari hasil penelitian disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita di Klinik Julia Likupang.
Copyrights © 2025