Halusinasi merupakan gangguan persepsi yang membuat seseorang mendengar, merasa, mencium aroma dan melihat sesuatu yang kenyataannya tidak ada ataupun ketidakmampuan untuk membedakan antara rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan eksternal menghasilkan halusinasi (dunia luar). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya pengaruh art drawing therapy terhadap pengontrolan halusinasi pasien skizofrenia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain pre-eksperimental dan uji T-test dengan hasil berupa univariat dan bivariat. Dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah pasien skizofrenia dengan halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis Provinsi Bangka Belitung. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 19 orang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa skoring halusinasi sebelum diberikan art drawing therapy rata-rata 10,32 sedangkan setelah diberikan art drawing therapy rata-rata 4,42. Kemudian berdasarkan uji statistik menunjukkan nilai p-value yaitu 0,007 (p-value<0,05) yang berarti terdapat perbedaan nilai rata-rata skoring halusinasi sebelum dan sesudah pemberian art drawing therapy terhadap mengontrol halusinasi pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis Provinsi Bangka Belitung Tahun 2024. Saran dari peneliti adalah dapat menjadi acuan untuk rumah sakit jiwa mengambil kebijakan tentang penerapan pemenuhan kebutuhan terapi seni yaitu art drawing therapy untuk pasien skizofrenia dalam mengalihkan halusinasi.
Copyrights © 2025