Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan berbagai majas dalam puisi "Wahai Guru, Kau Ini Bagaimana" karya Samsul Hadi, serta mengeksplorasi bagaimana gaya bahasa tersebut memperkuat pesan dan kritik sosial terhadap perilaku guru. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru sebagai pendidik yang ideal, namun sering kali tidak selaras antara sikap dan tanggung jawab yang diemban. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi untuk mengkaji secara mendalam majas-majas yang digunakan dalam puisi tersebut. Hasil analisis menemukan bahwa terdapat 17 jenis majas, seperti ironi, antitesis, repetisi, hiperbola, dan sarkasme, yang memperkaya estetika puisi sekaligus memperkuat makna kritik sosial. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan majas dalam puisi ini efektif dalam menyampaikan ketidakpuasan terhadap sikap guru, membangun pengalaman emosional bagi pembaca, serta mendorong refleksi kritis terhadap peran dan tanggung jawab guru dalam dunia pendidikan.
Copyrights © 2025