Limbah cair dari Industri batik dengan kandungan berbagai zat kimia, seperti pewarna dan bahan pencuci dapat mencemari lingkungan jika tidak diolah dengan baik. Oleh karena itu, sistem pengolahan air limbah yang efektif, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kebutuhan usaha kecil menengah (UKM) diperlukan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merancang dan menguji keefektifan Mini Instalasi Pengolahan Air Limbah (Mini IPAL) dengan model biofilter berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam mengolah limbah cair dari proses pembuatan batik agar dapat digunakan kembali atau dibuang tanpa membahayakan lingkungan. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan berupa Mini IPAL dengan sistem biofilter yang terdiri dari beberapa komponen, seperti bak pencucian, tangki pengendapan, tangki penyaringan yang terdiri dari beberapa lapisan filter (batu besar, pasir gombong kasar, arang, pasir halus, ijuk, dan batu seloidin), serta instalasi perpipaan untuk aliran air limbah. Hasil uji coba menunjukkan bahwa Mini IPAL model biofilter mampu mengurangi kadar polutan secara signifikan, termasuk zat warna dan partikel tersuspensi, dengan efisiensi yang tinggi. Sistem ini juga terbukti ekonomis, mudah dalam perawatan, dan hemat ruang, menjadikannya cocok untuk diterapkan pada UKM di daerah dengan keterbatasan lahan dan sumber daya.
Copyrights © 2025