Kabupaten Kubu Raya yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat merupakan daerah kawasan sentra produksi cabai rawit. Kelompok Tani Trisno Subur sebagai mitra kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) memiliki pertanaman cabai rawit seluas 1,5 Ha. Namun, pada Tahun 2023 mengalami gagal panen cabai rawit akibat serangan organisme pengganggu tanaman, serta kondisi perubahan cuaca yang ekstrem. Hasil observasi di lapangan, petani mitra mengalami gagal panen sekitar 60% sampai dengan 100%. Pada lingkungan kelompok Tani Trisno Subur, sekam padi merupakan limbah pertanian yang melimpah dan belum termanfaatkan secara optimal. Program PKM ini bertujuan untuk meningkatkan produksi cabai rawit kelompok tani melalui teknologi asap cair sekam padi dan biochar berbasis limbah sekam padi yang diperkaya Trichoderma sp. Metodologi PKM meliputi observasi lapangan, sosialisasi dan koordinasi kepada mitra sasaran, pelaksanaan program PKM (pelatihan pembuatan asap cair sekam padi dan biochar menggunakan teknologi pirolisis, pelatihan biochar diperkaya Trichoderma sp. dan aplikasinya di pertanaman cabai rawit), penerapan hasil kegiatan, dan evaluasi program kegiatan. Program PKM memberikan dampak positif yang signifikan bagi kelompok tani dalam aspek teknologi dan produksi. Terjadi peningkatan pengetahuan mitra rata-rata diatas 80% kategori tinggi (efektif) dan peningkatan keterampilan dalam teknologi pirolisis dan biochar yang Trichoderma sp. Hasil panen cabai rawit meningkat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, sekaligus mendukung pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Hasil angket kepuasan terhadap pelaksanaan PKM menunjukkan sangat antusias dan diharapkan adanya program lanjutan untuk peningkatan keterampilan kepada kelompok tani.
Copyrights © 2025