Salah satu cara meningkatkan performa mesin yang paling mudah adalah melakukan penggantian pada camshaft. Camshaft berfungsi mengatur buka tutup katup. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dengan memodifikasi camshaft terutama pada lift dan durasi. Untuk pengujian dilakukan diatas mesin dynotest yang dilakukan di bengkel 12Racing dan modifikasi camshaft dilakukan di bengkel KT Project. Untuk variasi, terdapat 3 variasi, antara lain camshaft awal yang terpasang, camshaft A, dan camshaft B. Untuk camshaft awal, menghasilkan daya sebesar 20,5 hp pada putaran 7400 rpm dan torsi maksimal sebesar 21,1 Nm pada putaran 6300 rpm. Fuel consumption camshaft ini untuk putaran 1000 rpm menghasilkan data 400 ml/jam, untuk putaran 1500 rpm menghasilkan data 440 ml/jam, dan hasil konsumsi 33,8 km/liter. Untuk camshaft B menghasilkan daya maksimal 24,3 hp pada putaran 8300 rpm dan torsi 21,4 Nm pada putaran 7900 rpm. Fuel consumption putaran 1000 rpm 400 ml/jam, putaran 1500 rpm 450 ml/jam, dan konsumsi 32,2 km/liter. Untuk camshaft B, menghasilkan daya maksimal 24,8 hp pada putaran 8302 rpm dan torsi maksimal sebesar 23,13 Nm pada putaran 6908 rpm. Fuel consumption camshaft B putaran 1000 rpm 350 ml/jam, putaran 1500 rpm 470 ml/jam serta konsumsi 31,7 km/liter. Dari data yang diambil, daya terbesar ada pada camshaft B yang mencapai 24,8 hp pada putaran 8302 rpm dan torsi 23,13 Nm pada putaran 6908 rpm.
Copyrights © 2025