Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Uji Kandungan Fixed Carbon dan Volatile Matter Briket Arang Dengan Variasi Ukuran Partikel Serbuk Arang Rany Puspita Dewi; Trisma Jaya Saputra; Sigit Joko Purnomo
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 3 (2020): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The utilization of biomass as an alternative to reduce dependence on fossil energy can be done through briquette technology. Through this technology, alternative energy sources can be obtained with high heating value and easy storage. The current promising source of biomass is sawdust and coconut shell waste because it is available in abundant quantities. This abundant amount has not been optimally used, because it only tends to be burned. Through briquette, technology is expected to increase the added value of waste. Briquette quality is influenced by several factors, one of which is the particle size of charcoal powder. The purpose of this study was to determine the effect of particle size of charcoal powder on the content of fixed carbon and volatile matter on charcoal briquettes. The research method was carried out by varying the particle size of charcoal powder, 10 mesh, 20 mesh, and 40 mesh. The research was carried out in several main stages, there are charcoal (carbonization), particle size reduction (grinding), sieving, mixing of raw materials, molding, drying, and testing of charcoal briquettes. The results showed that the charcoal briquettes produced had an average fixed carbon content of 58.761% and a volatile matter of 33.675% at 10 mesh charcoal powder particle sizes. At a particle size of 20 mesh, it produces charcoal briquettes with an average fixed carbon content of 60.491% and a volatile matter of 31.333%. While at 40 mesh, it produces charcoal briquettes with an average fixed carbon content of 59.216% and a volatile matter of 30.561%. The research results obtained further reinforce that the charcoal briquettes produced are feasible to be developed.
Analisis karakteristik briket arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa Rany Puspita Dewi; Trisma Jaya Saputra; Sigit Joko Purnomo
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.272

Abstract

Pemanfaatan biomassa untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dapat dilakukan melalui teknologi pembriketan. Kualitas briket dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah ukuran partikel serbuk arang. Serbuk gergaji dan limbah tempurung kelapa merupakan sumber biomassa yang menjanjikan. Kajian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi ukuran partikel serbuk arang terhadap karakteristik briket yang meliputi kadar air dan kadar abu. Kajian menggunakan ukuran partikel serbuk arang 10 mesh, 20 mesh, dan 40 mesh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa briket arang yang dihasilkan memiliki rata-rata kadar air 5,571% dan rata-rata kadar abu 1,994% pada ukuran partikel 10 mesh. Pada ukuran partikel 20 mesh menghasilkan briket dengan rata-rata kadar air 5,598% dan rata-rata kadar abu 2,573%. Sedangkan pada ukuran partikel 40 mesh menghasilkan briket dengan rata-rata kadar air 5,461% dan rata-rata kadar abu 4,762%. Ukuran partikel serbuk arang tidak berpengaruh terlalu signifikan terhadap kadar air, tetapi memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar abu. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan kadar abu hingga mencapai 0,5-2% untuk masing-masing variasi ukuran partikel serbuk arang.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI PEREKAT TERHADAP KADAR FIXED CARBON DAN VOLATILE MATTER BRIKET ARANG Rany Puspita Dewi; Wandi Arnandi; Sigit Joko Purnomo; Trisma Jaya Saputra
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 10 2019
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.45 KB)

Abstract

Mayoritas masyarakat masih memanfaatkan energi fosil sebagai sumber energi utama untuk memenuhi kebutuhan mereka. Semakin menipisnya cadangan energi fosil mendorong masyarakat untuk beralih ke sumber energi lain yang dapat diperbaharui, salah satunya sumber energi biomassa. Sumber energi biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif melalui teknologi pembriketan. Limbah yang berpotensi dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku briket arang adalah limbah serbuk gergaji dan limbah tempurung kelapa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi perekat tepung kanji terhadap karakteristik briket arang yang meliputi kadar fixed carbon dan volatile matter. Metode penelitian pembuatan briket arang dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi perekat tepung kanji sebesar 4%, 6% dan 8% dengan komposisi perbandingan serbuk gergaji dan tempurung kelapa 75% : 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket arang yang dihasilkan memiliki kadar fixed carbon rata-rata 54,026% dan volatile matter 40,453% dengan konsentrasi perekat 4%. Pada penambahan perekat sebesar 6% menghasil briket arang dengan kadar fixed carbon rata-rata 53,290% dan volatile matter 40,717%. Penambahan limbah tempurung kelapa sebesar 8% menghasilkan briket arang dengan kadar fixed carbon rata-rata 59,877% dan volatile matter 34,046%. Konsentrasi perekat yang paling optimum dalam pembuatan briket arang campuran serbuk gergaji dan tempurung kelapa adalah 8%.Kata kunci: briket, fixed carbon, perekat, volatile matter 
ANALISIS KARAKTERISTIK BRIKET ARANG DENGAN VARIASI TEKANAN KEMPA PEMBRIKETAN Rany Puspita Dewi; Trisma Jaya Saputra; Sigit Joko Purnomo
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 23, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v23i1.15913

Abstract

Biomass is often considered as a material that is lacking or even uneconomical. Biomass that is abundantly available in Indonesia is sawdust and coconut shell waste. This number has not been used maximally, this is because both wastes tend to be disposed of directly into the environment and can cause environmental pollution. Briquetting technology is one of method which can be implemented to increase the added value by producing briquettes. Many factors affect the quality of briquettes, one of which is the pressure of the briquette press. The pressure of the briquette press affects the durability and cohesiveness of briquettes. The aim of this research was to specify the effect of compression pressure on calorific value, ash content, and water content of briquettes. The research was conducted by varying the briquetting compression pressure, namely 1500 psi, 2000 psi, and 3000 psi. It has been done by several main stages, namely the carbonization process, the manufacture of charcoal briquettes, and test analysis. Charcoal briquettes have an average heating value of 6386.377 cal/g, 1.136% moisture content, and 6.659% ash content at a compression pressure of 1500 psi. At a compression pressure of 2000 psi, charcoal briquettes have an average heating value of 6672.601 cal/g, 1.110% moisture content, and 5.419% ash content. Meanwhile, at the compression pressure of 3000 psi charcoal briquettes have an average heating value of 6685.144 cal/g, 1.288% water content, and 6.627% ash content. Charcoal briquettes produced by varying the pressure of the briquetting press have met the quality standard of SNI 01-6235-2000 briquettes. The most optimum compression pressure for charcoal briquetting obtained in this study was 2000 psi.
HUBUNGAN ANTARA POSISI THROTTLE, PUTARAN MESIN DAN POSISI GIGI TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA BEBERAPA KENDARAAN PENUMPANG Nazaruddin Sinaga; Sigit Joko Purnomo
Eksergi Vol 9, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.569 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v9i1.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari parameter operasi kendaraan yang berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Parameter operasi kendaraan ini akan diperoleh dari peralatan engine scanner OBD-II yang akan dipasang di kendaraan selama proses penelitian. Dengan diperolehnya data parameter operasi kendaraan yang paling berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar, maka parameter tersebut akan dapat dibuat suatu pemodelan. Pemodelan ini selanjutnya akan dapat dimanfaatkan untuk pembuatan dan pengembangan suatu driving simulator. Penelitian ini dilakukan untuk mencari hubungan posisi throttle dan putaran mesin dengan konsumsi bahan bakar dari kendaraan penumpang. Karena 2 (dua) parameter tersebut dianggap mempunyai pengaruh yang besar terhadap perubahan nilai konsumsi bahan bakar. Penelitian ini dilakukan pada 7 (tujuh) kendaraan penumpang yang berbahan bakar bensin premium, sistem pengaliran bahan bakar dengan sistem injeksi elektronik, yang menggunakan sistem kontrol  elektronik (ECU). Kendaraan diuji di laboratorium dengan memvariasikan kecepatan pada berbagai posisi gigi. Dari penelitian ini diperoleh suatu pemodelan konsumsi bahan bakar yang dipengaruhi oleh posisi throttle dan putaran mesin.   Kata kunci : konsumsi bahan bakar, hemat bahan bakar, posisi throttle, putaran mesin,  smart driving
Analisis karakteristik briket arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa Rany Puspita Dewi; Trisma Jaya Saputra; Sigit Joko Purnomo
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.272

Abstract

Pemanfaatan biomassa untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dapat dilakukan melalui teknologi pembriketan. Kualitas briket dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah ukuran partikel serbuk arang. Serbuk gergaji dan limbah tempurung kelapa merupakan sumber biomassa yang menjanjikan. Kajian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi ukuran partikel serbuk arang terhadap karakteristik briket yang meliputi kadar air dan kadar abu. Kajian menggunakan ukuran partikel serbuk arang 10 mesh, 20 mesh, dan 40 mesh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa briket arang yang dihasilkan memiliki rata-rata kadar air 5,571% dan rata-rata kadar abu 1,994% pada ukuran partikel 10 mesh. Pada ukuran partikel 20 mesh menghasilkan briket dengan rata-rata kadar air 5,598% dan rata-rata kadar abu 2,573%. Sedangkan pada ukuran partikel 40 mesh menghasilkan briket dengan rata-rata kadar air 5,461% dan rata-rata kadar abu 4,762%. Ukuran partikel serbuk arang tidak berpengaruh terlalu signifikan terhadap kadar air, tetapi memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar abu. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan kadar abu hingga mencapai 0,5-2% untuk masing-masing variasi ukuran partikel serbuk arang.
Development Of Waste Sorting Technology for Pet and HDPE Plastic Bottles For The Production Of Recycled Plastic Seeds Santosa Budiono, Herru; Purnomo, Sigit Joko; Taufik, Ikhwan
Jurnal E-Komtek (Elektro-Komputer-Teknik) Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/e-komtek.v7i2.1365

Abstract

Plastic bottle waste is a problem that always arises. In Indonesia, the processing of plastic bottle waste still needs to be improved. Plastic bottle waste can be converted into plastic pellets with economic value. The type of plastic and the colour must be sorted to get quality plastic pellets. A machine is designed to sort out the types of plastic bottle waste, polyethene terephthalate (PET) and high-density polyethene (HDPE). The result is a prototype plastic biotol waste sorting machine with a 41 kg/hour capacity. The prototype of this machine can sort out plastic bottle waste and those not included in the plastic bottle waste category. The results show that the colour sensor and object sensor work optimally to sort plastic bottle waste according to the program.
PENGARUH KONSENTRASI RAGI DAN DEHIDRASI ZEOLIT TERHADAP PEMBUATAN BIOETANOL SINGKONG (MANIHOT UTILISSIMA) Mujiarto, Sigit; Priyanto, Joko; Purnomo, Sigit Joko
JTAM ROTARY Vol 6, No 2 (2024): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v6i2.12610

Abstract

Kebutuhan energi Indonesia saat ini sebagian besar masih bertumpu pada bahan bakar fosil, persediaan bahan bakar tersebut semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil ini menjadi masalah besar dan perlu solusi yang mendesak. Salah satu langkah yang perlu diambil adalah memanfaatkan bioetanol berbahan dasar singkong sebagai alternatif penggantinya. Indonesia sebagai salah satu negara penghasil singkong terbanyak didunia, masih belum bisa memanfaatan sumber daya tersebut sebagai salah satu energi terbarukan. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan bioetanol dengan bahan baku singkong (Manihot Utilisima). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pengaruh konsentrasi ragi (1,5%, 2%, 2,5%) dan proses dehidrasi zeolite dalam pembuatan bioetanol singkong untuk mengetahui karakteristik bioetanol. Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik bioetanol terbaik pada variasi ragi 2,5% dengan nilai kadar air sebesar 84%, nilai densitas sebesar 0,8136 g/ml, dan nilai Viskositas sebesar 0,07973 dPa.s. Hasil ini mempunyai nilai mirip bahan bakar pertalite namun kadar air dan densitasnya masih lebih tinggi. Diharapkan kedepannya menjadi database untuk penelitian bahan bakar bioethanol berikutnya. Indonesia's current energy needs are still largely based on fossil fuels, the supply of these fuels is decreasing over time. This dependence on fossil fuels is a big problem and needs an urgent solution. One step that needs to be taken is to use bioethanol made from cassava as an alternative. Indonesia, as one of the largest cassava producing countries in the world, is still unable to utilize this resource as a form of renewable energy. In this research, bioethanol was produced using cassava as raw material (Manihot Utilisima). This research uses experimental methods on the influence of yeast concentration (1.5%, 2%, 2.5%) and the zeolite dehydration process in making cassava bioethanol to determine the characteristics of bioethanol. From the research results, it was found that the best bioethanol characteristics were the 2.5% yeast variation with a water content value of 84%, a density value of 0.8136 g/ml, and a viscosity value of 0.07973 dPa.s. This result has a value similar to pertalite fuel but the water content and density are still higher. It is hoped that in the future it will become a database for further bioethanol fuel research.
Pemanfaatan Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum Inophyllum Linn) Sebagai Alternatif Coolant Pada Proses Pembubutan Ilyas, Bramantyo S.K.B.W.; Purnomo, Sigit Joko; Listyanda, R. Faiz
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh alternatif minyak biji nyamplung sebagai alternatif coolant selama proses pembubutan terhadap kekasaran dan kekerasan baja ST 37. Metode penelitian yang digunakan adalah studi eksperimen dengan melakukan studi literatur, eksperimental, pengambilan data, dan analisis data. Variasi proses pembubutan terdiri dari variasi persentase coolant dan putaran spindle. Pada penelitian ini, variasi minyak dromus digunakan sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan kekasaran terendah berada di variasi 1 putaran 450 rpm (40% minyak dromus + 55% air + 5% emulsi) menghasilkan nilai kekasaran awal 1,247m; titik dua 1,837 m; dan titik akhir 1,447 m. Sedangkan nilai kekasaran minyak biji nyamplung yang paling mendekati nilai kekasaran minyak dromus adalah variasi 4 putaran 400 rpm dengan nilai kekasaran awal 2,394m; titik dua 2,005 m; dan titik akhir 1,872 m. Selain itu, hasil nilai kekerasan tertinggi pada variasi 1 putaran 450 rpm (40% minyak dromus + 55% air + 5% emulsi) yang menghasilkan nilai kekerasan awal 93,4 HRB; titik kedua 91,7 HRB; dan akhir 89,3 HRB Sedangkan nilai kekerasan minyak biji nyamplung yang paling mendekati nilai kekerasan minyak dromus adalah variasi 4 putaran 450 rpm dengan nilai kekerasan awal 88,3 HRB; titik kedua 90,4 HRB; dan akhir 87,9 HRB.
Penerapan Mesin Spinner dan Pendampingan Pengemasan Produk Makanan Pothil Di Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang Rany Puspita Dewi; Trisma Jaya Saputra; Nurhadi, Nurhadi; Sigit Joko Purnomo; Herru Santosa Budiono
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v5i1.3368

Abstract

UD Barokah, produces traditional food “pothil”, is located in Mejing Village, Candimulyo District, Magelang Regency, is approximately 7 km from Tidar University. It produces pothil up to 50 kg/day with a selling price of IDR 70,000/kg. The pothil production process, from preparing ingredients to packaging, is still done manually. The processes that are still done manually are the process of draining the oil and the packaging process which still uses large clear plastic about 5 kg. The packaging also did not include a product label. The aim of this activity is to aid the Mejing Village community in the process of preserving and packaging pothil products.  Through this assistance, it is hoped that it will be able to increase the sales reach of pothil products to the general public in areas outside the Magelang Regency. The activity was carried out in two stages, the first stage was observation with discussion with partners and the second stage, problem solving by assisting in the process of preserving and packaging pothil products. The output of this activity is to improve the quality and sales capacity of Mejing Village pothil products and expand the marketing reach of pothil products.