Penanganan pasca panen harus dapat di maksimalkan untuk mengantisipasi penyusutan kuantitas dan kualitas hasil panen untuk di olah. Metode dalam penelitian ini penulis melaksanakan penelitian terhadap variasi jarak dan susunan gigi pemarut dengan melakukan uji parut menggunakan variasi jarak dan susunan dengan putaran yaitu variasi inline dan miring dengan kerapatan antar gigi yaitu 2 mm, 4 mm, 6 mm dan jarak kerapatan antar baris yaitu 5 mm dan menggunakan variasi putaran 933,3 rpm dan 700 rpm Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dengan menggunakan putaran 700 rpm mendapatkan hasil yang terbaik adalah variasi jarak 6 mm x 5 mm Dengan hasil waktu 04 : 03 menit, berat kelapa setelah di parut 893,6 g dan jumlah santan 583,3 ml. Dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa susunan gerigi parut dan jarak antar gerigi dengan putaran pemarutan berpengaruh dengan hasil efisiensi waktu, berat kelapa setelah diparut, dan hasil santan yang diperoleh.
Copyrights © 2025