Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan tarif, motivasi finansial, tingkat kehilangan air, dan jumlah pelanggan terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan analisis jalur menggunakan perangkat lunak WarpPLS 8.0. Data dikumpulkan melalui survei dan dianalisis untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan tarif berpengaruh signifikan terhadap kinerja BUMD, demikian pula motivasi finansial dan tingkat kehilangan air yang juga memiliki pengaruh signifikan. Namun, jumlah pelanggan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja BUMD. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penguatan kebijakan tarif yang tepat dan peningkatan motivasi finansial serta pengelolaan kehilangan air untuk meningkatkan kinerja BUMD secara optimal.
Copyrights © 2025