Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang berperan penting dalam membentuk generasi berakhlak melalui kajian mendalam terhadap ilmu agama, khususnya kitab kuning. Salah satu metode khas yang digunakan adalah Bahtsul Masa’il, yang mendorong santri berpikir kritis dan argumentatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode Bahtsul Masa’il di Pondok Pesantren Darumafatihil Ulum Podokaton, tingkat pemahaman santri terhadap kitab Fathul Qorib, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Bahtsul Masa’il dilakukan melalui tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan (melibatkan pembagian kelompok, pembacaan kitab, diskusi, dan i’tirad), serta evaluasi. Metode ini efektif dalam meningkatkan pemahaman santri terhadap kitab Fathul Qorib dan melatih mereka berpikir kritis. Faktor penghambat meliputi lemahnya penguasaan bahasa Arab dan kurangnya minat santri, sedangkan faktor pendukung mencakup aturan yang baik, jadwal khusus, ketersediaan referensi, serta keterlibatan alumni sebagai pembimbing.
Copyrights © 2024