Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui media PARABUMA (Papan Ragam Budaya Masyarakat) siswa kelas VI SDN Pakis V Surabaya. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan dan hasil belajar siswa akibat pembelajaran yang bersifat konvensional dan kurang kontekstual. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa. Instrumen pengumpulan data berupa tes pilihan ganda untuk menilai hasil belajar siswa, yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa. Pada pra-siklus, hanya 34,48% siswa yang mencapai nilai di atas KKTP dengan rata-rata 64,83. Setelah penerapan media PARABUMA, terjadi peningkatan pada siklus I menjadi 58,62% siswa tuntas dengan rata-rata 70,34. Peningkatan lebih tinggi terlihat pada siklus II, yaitu 86,21% siswa tuntas dan rata-rata mencapai 80,86. Selain aspek kognitif, media PARABUMA juga berkontribusi pada peningkatan aspek afektif dan sosial, seperti keaktifan, rasa percaya diri, dan kemampuan kerja sama siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa media PARABUMA efektif sebagai sarana pembelajaran berbasis budaya yang kontekstual dan bermakna dalam memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar.
Copyrights © 2025