Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan belajar siswa dalam mata pelajaran Fikih di MAN Temanggung serta mengidentifikasi kesenjangan antara teori dan praktik di lapangan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kebutuhan belajar belum sepenuhnya diterapkan secara sistematis. Guru cenderung mengandalkan silabus nasional tanpa menyesuaikan materi dengan karakteristik dan kebutuhan siswa secara spesifik. Hal ini menyebabkan pembelajaran Fikih cenderung bersifat teoritis dan kurang kontekstual. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan guru, serta rendahnya motivasi belajar siswa. Strategi yang disarankan untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik meliputi penguatan kompetensi guru, penyusunan instrumen analisis yang sederhana, integrasi hasil analisis ke dalam perencanaan pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi dan kolaborasi profesional. Dengan pelaksanaan analisis kebutuhan belajar yang tepat, pembelajaran Fikih dapat menjadi lebih efektif, bermakna, dan relevan dengan kehidupan siswa
Copyrights © 2025