Komunikasi memiliki peran vital dalam menjaga hubungan sosial, termasuk dalam konteks keluarga. Mobilitas mahasiswa perantauan memunculkan tantangan baru dalam menjaga intensitas komunikasi bersama orang tua. Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat interaksi mahasiswa Sosiologi Universitas Riau angkatan 2023 dan 2024 serta faktor-faktor yang memengaruhi frekuensinya. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami pengalaman komunikasi para responden melalui wawancara mendalam. Subjek penelitian terdiri dari 12 mahasiswa asal luar daerah seperti Rokan Hilir, Dumai, hingga Sumatera Barat yang menetap di Pekanbaru. Hasil menunjukkan mayoritas mahasiswa tetap menjaga komunikasi rutin, baik harian maupun mingguan, terutama melalui media digital seperti WhatsApp dan panggilan video. Durasi percakapan bervariasi, mulai dari 10 menit hingga dua jam. Faktor penentu intensitas komunikasi meliputi jarak geografis, kesibukan akademik, akses teknologi, kondisi ekonomi, serta kedekatan emosional. Meskipun keterbatasan waktu atau fasilitas kadang menjadi penghambat, sebagian besar mahasiswa berinisiatif untuk tetap terhubung. Keberadaan Wi-Fi di tempat kos menjadi solusi umum atas hambatan ekonomi. Hubungan emosional terbukti menjadi elemen penting dalam mendorong komunikasi yang lebih terbuka dan rutin.
Copyrights © 2025