Penelitian ini bertujuan memberikan kontekstual secara terperinci mengenai sikap eksistensial pasca positivisme menuju konstruktivisme dalam mata kesusastraan serta bagaimana kedudukannya dalam kontribusinya terhadap aspek literasi siswa. Dengan dilakukannya penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, ditemui bawa arah pendidikan suku anak dalam dalam dekade ini mulai beranjak dari paradigma positivisme mengarah pada ranah konstruktivisme. Kendati demikian, kemampuan literasi siswa suku anak dalam pada tingkat dasar masih sangat kurang terutama jikalau disandingkan dengan siswa pada umumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi terhadap intervensi luar, kurangnya pemahaman tentang kearifan lokal, dan rendahnya motivasi belajar menjadi tantangan utama. Namun, kolaborasi yang efektif antara semua pihak dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan relevan. Dengan mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pendidikan, siswa dapat lebih terhubung dengan materi ajar dan mengembangkan identitas budaya yang kuat.
Copyrights © 2025