Penelitian ini mengkaji representasi sosial dalam konteks politik identitas selama kampanye pemilihan presiden Indonesia 2024, mengambil kasus pada penampilan calon presiden Ganjar Pranowo dalam tayangan azan di televisi. Penelitian dilakukan terhadap 2.756 komentar dari berita tersebut di tiga kanal YouTube media berita terbesar di Indonesia dengan menggunakan metode analisis sentimen dan topik memakai aplikasi RapidMiner dan model klasifikasi Naïve Bayes, serta merujuk pada kerangka Teori Representasi Sosial. Hasil penelitian mencerminkan kompleksitas pandangan masyarakat terhadap pemanfaatan identitas agama dalam kampanye politik. Mayoritas sentimen negatif (61%) merepresentasikan kekhawatiran akan eksploitasi dan komodifikasi identitas agama, dengan dampak yang potensial terhadap stabilitas sosial dan politik. Kekhawatiran ini tampak dalam bentuk polarisasi, trauma, dan perpecahan sosial yang dapat timbul akibat penggunaan identitas agama dalam politik. Meskipun sentimen negatif mendominasi, penelitian ini juga menemukan representasi sosial positif (23%) yang mengakui usaha calon presiden dalam mempromosikan nilai-nilai positif dan kebaikan dari identitas agama. Selain itu, pandangan netral (16%) juga diungkap, mencerminkan pemahaman dan pertimbangan rasional masyarakat terhadap politik identitas. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika kompleks politik identitas dalam masyarakat Indonesia, mengedepankan pemahaman terhadap sentimen, representasi sosial, dan pandangan yang bervariasi dalam konteks politik Indonesia saat ini.
Copyrights © 2025