Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian integral dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang menekankan pentingnya kontribusi nyata sivitas akademika terhadap kelompok masyarakat yang kurang beruntung. Artikel ini memaparkan sebuah program pengajaran yang dirancang dan dilaksanakan bagi komunitas pengungsi Rohingya di Terengganu, Malaysia. Program ini muncul sebagai respons terhadap terbatasnya akses pendidikan formal yang dialami oleh para pengungsi, serta kebutuhan mendesak akan literasi dasar, kemampuan berkomunikasi, dan keterampilan hidup sehari-hari. Kegiatan ini menggunakan metode pendekatan partisipatif, dengan penekanan pada pembelajaran interaktif yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Melalui keterlibatan aktif relawan dan peserta didik, tercipta suasana pembelajaran yang inklusif dan suportif. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam motivasi belajar, pemahaman literasi dasar, serta keterampilan sosial peserta. Selain itu, program ini juga mempererat relasi antara relawan pengajar dan komunitas pengungsi, membangun empati, serta menumbuhkan kesadaran sosial di kalangan pendidik. Pengabdian ini tidak hanya berdampak positif bagi komunitas Rohingya, tetapi juga menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi di komunitas pengungsi lain di Malaysia maupun di negara-negara dengan kondisi serupa. Diharapkan, model ini dapat memperluas jangkauan pendidikan inklusif berbasis kemanusiaan.
Copyrights © 2025