Penelitian ini merespons minimnya pemetaan operasional integrasi nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (ASWAJA) dalam pembelajaran matematika di madrasah. Studi kualitatif berparadigma fenomenologi ini bertujuan merumuskan model integrasi konsep keseimbangan (tawazun) dan keadilan (iʿtidāl) pada Pendidikan Matematika dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Data dikumpulkan melalui observasi kelas selama 18 jam pelajaran, wawancara mendalam terhadap 12 guru PAI dan matematika, serta analisis 24 RPP di tiga madrasah aliyah berbasis ASWAJA di Jawa Timur. Analisis tematik berbantuan NVivo menghasilkan tiga tema utama: (1) keseimbangan epistemik yang memandu pengajaran simetri dan geometri; (2) keadilan numerik yang menstrukturkan operasi pecahan dan studi kasus distribusi berbasis konteks sosial; dan (3) integrasi reflektif yang menghubungkan konsep matematika dengan hadis moderasi. Studi ini menawarkan “Model Integrasi Tawazun‑Iʿtidāl” sebagai kebaruan teoretis dengan menambahkan indikator keadilan numerik ke kerangka integrasi nilai. Implikasi praktisnya mencakup pengembangan modul tematik, pelatihan desain RPP berbasis nilai, dan evaluasi karakter moderasi siswa. Riset lanjutan direkomendasikan untuk menguji model pada jenjang MI/MTs guna menilai transferabilitasnya. Empirical evidence on the operational integration of Ahlussunnah wal Jama’ah (ASWAJA) values into mathematics instruction is still limited. This qualitative phenomenological study aims to formulate an integration model of the ASWAJA concepts of balance (tawazun) and justice (iʿtidāl) within Mathematics Education and Islamic Religious Education (IRE). Data were obtained from 18 lesson‑hours of classroom observation, in‑depth interviews with 12 mathematics and IRE teachers, and document analysis of 24 lesson plans across three ASWAJA‑oriented Islamic senior high schools in East Java, Indonesia. NVivo‑assisted thematic analysis yielded three dominant themes: (1) epistemic balance framing the teaching of symmetry and geometry; (2) numeric justice structuring fraction operations and context‑based distribution problems; and (3) reflective integration linking mathematical concepts to prophetic traditions on moderation. The study proposes an “Integrated Tawazun‑Iʿtidāl Model” as its theoretical novelty by adding numeric‑justice indicators to existing value‑integration frameworks. Practical implications include thematic teaching modules, value‑driven lesson‑plan design training, and character‑moderation assessment tools. Future research should pilot the model at elementary and junior‑high levels to examine its transferability and wider applicability.
Copyrights © 2024