Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PERAN KIAI DALAM MENGEMBANGKAN KURIKULUM LOKAL DI PESANTREN NURUL ISLAM 1 JEMBER Moh Qurtubi; Saman Hudi
JURNAL PENDIDIKAN DAN KAJIAN ASWAJA Vol. 6 No. 1 (2020): JUNI
Publisher : Penerbit Kyai Mojo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.916 KB) | DOI: 10.56013/jpka.v6i1.690

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menemukan peran dan strategi Kiai dalam pengembangan kurikulum lokal madrasah berbasis pesantren. Secara lebih rinci, masalah penelitian ini difokuskan pada: (1) peran kiai dalam mendorong tim pengembang kurikulum lokal untuk menganalisis kebutuhan dan pertimbangan yang digunakan pesantren; (2) peran kiai dalam mengarahkan tim pengembang untuk memformulasikan kurikulum lokal di madrasah berbasis pesantren;  (3) peran kiai  dalam  menetapkan  kurikulum lokal  pada  tim pengembang untuk diimplementasikan melalui program ekstrakurikuler; (4) peran kiai dalam membiming tim untuk melakukakan evaluasi dan rencana tindaklanjut.Penelitian  ini dirancang  dengan  metode  kualitatif.  Penentuan  informan yang  dipilih dengan  teknik  purposive.   Pengumpulan  data  dilakukan  dengan menggunakan teknik wawancara  mendalam, observasi, dan studi dokumenter. Prosedur  analisis  data  melalui  tahapan  data  condensation,   data  display,  dan conclusion  drawing. Sedangkan keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Temuan penelitian ini adalah: Pertama, kiai mendorong tim pengembang kurikulum untuk melakukan  analisis terhadap  kebutuhan  masyarakat  terkait dengan  kurikulum lokal  dengan  tetap  menjaga  sanad  keilmuan;  Kedua, kiai mengarahkan tim pengembang untuk memformulasi kurikulum lokal yang integratif dan adaptif yaitu sesuai dengan situasi, kondisi, dan sarana prasarana pesantren; Ketiga, kiai menetapkan pengembangan kurikulum lokal pada tim pengembang untuk diimplementasikan melalui program ekstrakurikuler. Keempat, kiai membimbing tim pengembang untuk mengevaluasi  pelaksanaan kurikulum lokal  secara  holistik  dan  komprehensif, mulai  dari  perencanaan, pelaksanaan,  dan hasil yang  telah  dicapai  serta  menentukan  rencana  tindak lanjut dari hasil evaluasi tersebutKata  Kunci: Peran  Kiai, Pengembangan,  Kurikulum  Lokal,  Madrasah  Berbasis Pesantren 
Kontribusi Pondok Pesantren dalam Pembinaan Pendidikan di Pesantren Nurul Islam 1 Jember Moh Qurtubi; Saman Hudi
JURNAL PENDIDIKAN DAN KAJIAN ASWAJA Vol. 7 No. 1 (2021): JUNI
Publisher : Penerbit Kyai Mojo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.944 KB) | DOI: 10.56013/jpka.v7i1.1059

Abstract

Pesantren adalah simbol pendidikan Islam di Indonesia yang secara historis telah menunjukkan bahwa pesantren mempunyai peranan yang sangat penting bagi perkembangan pendidikan Indonesia khususnya pendidikan non formal dan dapat mengangkat harkat dan martabat lembaga pendidikan dan keagamaan, dengan langkah yang pelan, namun pasti gerak langkah pesantren telah memberikan kontribusi dalam pembinaan pendidikan khususnya dalam bidang spiritual, diharapkan santri dan masyarakat akan memiliki sifat jujur, terbuka dan mampu berkarya sesuai dengan bidangnya masing-masing dengan dilandasi nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini, mengambil obyek penelitian di Nurul Islam 1 Jember. Dengan metode pengumpulan data observasi, interview dan metode dokumentasi. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan tekhnik analisa data dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat study kasus serta tekhnik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling, serta proses akhir data yang telah diperoleh dianalisa dengan tekhnik reflektif thinking guna memperoleh kesimpulan yang akurat dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Kontribusi Pondok Pesantren Nurul Islam 1 Jember dalam pembinaan pendidikan yaitu dengan mengadakan kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial yang di frame dalam bentuk Madrasah Diniyah, Majlis Ta’lim, Kebersihan Lingkungan, Penghijauan dan Pengembangan Unit-Unit Usaha yang meliputi Perdagangan (Koperasi), serta Mendirikan Lembaga Pendidikan Jalur Sekolah (Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah) dan Lembaga Pendidikan Jalur Luar Sekolah (Madrasah Diniyah, Majlis Ta’lim). Kata Kunci : Kontribusi, Pondok Pesantren, Pembinaan Pendidikan.
Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Dalam Pembinaan Kualitas Santri Moh Qurtubi; Saman Hudi
JURNAL PENDIDIKAN DAN KAJIAN ASWAJA Vol. 7 No. 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Penerbit Kyai Mojo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.353 KB) | DOI: 10.56013/jpka.v7i2.1160

Abstract

Pondok Pesantren pada dasarnya tidak menggunakan batasan umur jangka waktu pendidikan. Dengan demikian sesungguhnya Pondok Pesantren merupakan pendidikan seumur hidup atau life long education. Yang artinya seluruh anggota masyarakat boleh menjadi santri untuk selamanya jika ia menghendaki. Atau sewaktu-waktu pindah untuk mencari guru di Pondok Pesantren lain atau pulang ketempat asal bila telah merasa cukup dan mampu mengembangkan diri sendiri. Sekalipun demikian prinsip tersebut dikemudian hari tidak mutlak berlaku seluruhnya, sebab terdorong oleh kesadaran pentingnya daya guna dan hasil guna pendidikan, maka lambat laun dibentuklah madrasah dalam lingkup Pondok Pesantren yang mengenal batas-batas waktu dan jenjang pendidikan. Hal ini jelas memposisikan pendidikan agama sebagai salah satu muatan wajib dalam kurikulum pendidikan apapun. Disamping itu diakui secara jelas bahwa, yang menjadi persoalan bagaimana pendidikan Islam itu sendiri menempatkan dirinya pada posisi yang tepat dan strategis sehingga dapat mewujudkan eksistensinya. Keberadaan Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia, khususnya di pulau Jawa, sudah cukup lama dikenal oleh masyarakat sejak 500 tahun yang silam, yakni ketika Syekh Malik Ibrahim memperkenalkan Pondok Pesantren pertama kalinya di Gresik. Namuin demikian Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan, masih belum banyak diketahui masyarakat secara mendalam, meski ia telah tumbuh cukup lama ditengah-tengah msyarakat Indonesia. Kata Kunci : Sistem Pendidikan, Pondok Pesantren, Pembinaan, Kualitas Santri
Pendampingan dan Pelatihan Instruktur Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatu Ulama (IPNU) Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatu Ulama (IPPNU) Kabupaten Jember Di Mima 33 Tarbiyatul Islamiyah Ambulu Saman Hudi; Arifin Nur Budiono
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.322 KB) | DOI: 10.56013/jak.v1i1.1119

Abstract

Penngabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pelatihan Instruktur Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jember. Secara rinci, masalah Pengabdian ini dititik-beratkan pada materi Pelatihan Instruktur. Pelatihan ini menggunakan metode Student Cenral Learning (SCL), dengan kombinasi antara ceramah, diskusi kelompok dan Praktek melatih. Pelatihan ini diberikan agar kader-kader PC IPNU-IPPNU Kabupaten Jember mempunyai ideology yang kuat, menguasai konsep tentang kepelatihan dan menjadi instruktur yang visioner. Adapun materi yang diberikan adalah NU dan Ke-aswaja-an, Sistem Kaderisasi IPNU, Falsafah dan Prinsip Pelatihan, Kefasilitatoran, Psikologi Pelatihan, Metodologi dan Media Pelatihan, Manajemen dan Design Pelatihan, Bermain dan Belajar, Metodode Evaluasi Pelatihan dan Praktek Melatih. Pendampingan dan pelatihan ini dilakukan atas permintaan PC IPNU- IPPNU Kabupaten Jember. Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang dari perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU –IPPNU se Kabupaten Jember dan dilaksanakan dalam waktu empat hari (48 Jam), tepatnya mulai tanggal 05 sampai 08 Nopember 2020. Setelah diadakan pendampingan dan pelatihan ini peserta mampu merancang, merencanakan, melakasanakan, mengevaluasi dan megembangkan pelatihan dimasa yang akan datang. Kata kunci: Instruktur, Pelajar Putri, IPNU
Pembinaa Program Karantina Quran Dalam Mewujudkan Target Hafalan Al-Quran Santri Ibnu Katsir 2 Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember Fitriyatul Hanifiyah; Saman Hudi; Linda Maisyaroh Munfazah
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.729 KB) | DOI: 10.56013/jak.v2i1.1401

Abstract

Ibnu Katsir merupakan salah satu lembaga pendidikan yang lebih memprioritaskan santri-santrinya untuk menghafal Al-Qur’an. Pada lembaga Ibnu Katsir ini terdapat suatu program yang disebut dengan Karantina Qur’an. Program karantina Qur’an ini dalam rangka mewujudkan cita-cita Pondok Pesantren Al-Qur’an Ibnu Katsir 2 untuk menjadikan santri kelas akhir bisa mencapi target yang diharapkan. Adapun masalah mitra adalah program Karantina Qur’an ini masih belum cukup mampu mewujudkan cita-cita tersebut. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mewujudkan target hafalan santri Pondok Pesantren Ibnu Katsir sesuai dengan yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil pengabdian ini adalah terlaksananya program Karantina Qur’an secara maksimal dan kondusif serta santri Ibnu Katsir mampu mewujudkan target hafalan Al-Qur’an sesuai dengan ketentuan lembaga. Sedangkan kendala yang dihadapi dalam program ini adalah factor internal dari dalam diri setiap santri yakni kurangnya antusiame dalam menghafal, rasa malas santri dan kurangnya waktu istirahat santri sehingga mengakibatkan kurangnya mitivasi santri dalam menghafal Al-Qur’an
Telaah Terhadap Pemikiran Al-Ghazali Tentang Pendidikan Islam dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin Saman Hudi
Jurnal Educazione : Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Bimbingan dan konseling Vol. 6 No. 2 (2018): November
Publisher : FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to identify Al Ghazali's thoughts on Islamic education in the book Ihya'ulumiddin. The research problem is specifically focused on how Al Ghazali views students, educators, educational materials, methods, and objectives of Islamic education. This is a literature study with a qualitative approach, and the primary data source is the Ihya'Ulumiddin book. This study's analysis employs content analysis and comparisons with other sources. This study discovered that first, students prioritize soul purity and noble character, second, educators prioritize sincerity, sincerity, exemplary, and mastery over student psychology. Third, Educational Materials are very complete and perfect because they cover three aspects: human-God relationships, human-human relationships, and human-nature relationships. Fourth, Al-method Ghazali's is very short and simple, but it requires educator sensitivity when used. Fifth, the goal of Islamic education is to bring one closer to Allah by seeking happiness in this world and the hereafter. Keywords: Al Ghozali’s thought, Islamic education, Ihya’ Ulumuddin
Implimentasi Koping Religius Islam Ahlussunnah Wal Jamaah untuk Meningkatkan Resilience Psikologis Dimasa Pasca Pandemi Hudi, Saman
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 6 No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jcbkp.v6i2.2392

Abstract

The COVID-19 pandemic is widely seen as a common enemy by the global community, considering its significant impact on various aspects of human life, such as the economy, education, health, and religion. This paper focuses on how the Islamic religious coping of the Ahlussunnah wal Jama'ah increases psychological resilience because the impact of the pandemic on physical and mental health is extraordinary. Many people who are exposed to COVID-19 end up dying, while many people experience anxiety, fear, and even despair. This research uses a transdisciplinary framework, integrating Islamic perspectives, sociology, psychology, and science. The approach in this research is descriptive qualitative by reviewing the literature. The data source includes three components, namely primary, secondary, and tertiary. Data was collected through an in-depth review of documents. Meanwhile, content analysis is the method for analyzing the findings of this research. This research found that the implementation of Ahlussunnah Wal Jama'ah Islamic religious coping can increase psychological resilience in facing the pandemic, namely avoiding fear, anxiety, excessive stress, and hopelessness in living life because the pandemic is believed to be fate and a trial as well as a blessing from Allah. In the Islamic religion, it is required always to avoid anything that has the potential to be dangerous, including the danger caused by exposure to the COVID-19 virus. After trying to avoid the pandemic, Rida died; he was the same as a Shahidi, who died in battle for religion. Keywords: Pandemic Theology, Islamic Religious Coping, Psychological Resilience
BEYOND THE TEXT: A DISCOURSE ANALYSIS OF RELIGIOUS ISSUES WRITTEN BY AKSIN WIJAYA ON PESANTREN.ID Jufri, Jufriyanto; Hudi, Saman; Ilyas, Muhammad
FAJAR Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): FAJAR Jurnal Pendidikan Islam (Maret)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/fj.v5i1.4045

Abstract

This study aims to analyze the religious discourse constructed by Aksin Wijaya in his articles published on the Pesantren.id platform. The primary focus of this research is to identify how Aksin employs rhetorical strategies to convey religious messages to his audience. The research questions posed include how Aksin constructs a form of religious discourse that is acceptable to readers, and what rhetorical strategies are utilized in his writings. The method applied in this study is discourse analysis, using a rhetorical theory approach, which enables the researcher to explore the persuasive communication techniques employed by the author in his articles. The findings reveal that Aksin Wijaya successfully creates a dynamic and inclusive religious discourse by employing strategic word choices, a persuasive tone, and audience engagement to establish a closer connection with readers. The analyzed articles also demonstrate Aksin’s ability to present religious messages that are relevant to contemporary issues while maintaining the traditional values of the pesantren (Islamic boarding school) tradition. This research contributes to the understanding of digital religious discourse within the context of modern pesantren education.
KONSEP KESEIMBANGAN DAN KEADILAN DALAM ASWAJA: RELEVANSI FILOSOFIS TERHADAP PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN AGAMA ISLAM Winarni, Sri; Hudi, Saman; Crismono, Prima Cristi
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2024): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v5i1.1175

Abstract

Penelitian ini merespons minimnya pemetaan operasional integrasi nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (ASWAJA) dalam pembelajaran matematika di madrasah. Studi kualitatif berparadigma fenomenologi ini bertujuan merumuskan model integrasi konsep keseimbangan (tawazun) dan keadilan (iʿtidāl) pada Pendidikan Matematika dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Data dikumpulkan melalui observasi kelas selama 18 jam pelajaran, wawancara mendalam terhadap 12 guru PAI dan matematika, serta analisis 24 RPP di tiga madrasah aliyah berbasis ASWAJA di Jawa Timur. Analisis tematik berbantuan NVivo menghasilkan tiga tema utama: (1) keseimbangan epistemik yang memandu pengajaran simetri dan geometri; (2) keadilan numerik yang menstrukturkan operasi pecahan dan studi kasus distribusi berbasis konteks sosial; dan (3) integrasi reflektif yang menghubungkan konsep matematika dengan hadis moderasi. Studi ini menawarkan “Model Integrasi Tawazun‑Iʿtidāl” sebagai kebaruan teoretis dengan menambahkan indikator keadilan numerik ke kerangka integrasi nilai. Implikasi praktisnya mencakup pengembangan modul tematik, pelatihan desain RPP berbasis nilai, dan evaluasi karakter moderasi siswa. Riset lanjutan direkomendasikan untuk menguji model pada jenjang MI/MTs guna menilai transferabilitasnya. Empirical evidence on the operational integration of Ahlussunnah wal Jama’ah (ASWAJA) values into mathematics instruction is still limited. This qualitative phenomenological study aims to formulate an integration model of the ASWAJA concepts of balance (tawazun) and justice (iʿtidāl) within Mathematics Education and Islamic Religious Education (IRE). Data were obtained from 18 lesson‑hours of classroom observation, in‑depth interviews with 12 mathematics and IRE teachers, and document analysis of 24 lesson plans across three ASWAJA‑oriented Islamic senior high schools in East Java, Indonesia. NVivo‑assisted thematic analysis yielded three dominant themes: (1) epistemic balance framing the teaching of symmetry and geometry; (2) numeric justice structuring fraction operations and context‑based distribution problems; and (3) reflective integration linking mathematical concepts to prophetic traditions on moderation. The study proposes an “Integrated Tawazun‑Iʿtidāl Model” as its theoretical novelty by adding numeric‑justice indicators to existing value‑integration frameworks. Practical implications include thematic teaching modules, value‑driven lesson‑plan design training, and character‑moderation assessment tools. Future research should pilot the model at elementary and junior‑high levels to examine its transferability and wider applicability.
Rethinking Religious Influence on Mathematics Learning Behavior: A Mathematical Model of Planned Behavior amid Shifting Educational Paradigms Crismono, Prima; Hudi, Saman; Ilyas , Muhammad; Yanuardianto , Elga; Dahri , Harapandi; Yakoh, Mahnawawe
Bidayatuna Jurnal Pendidikan Guru Mandrasah Ibtidaiyah Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/bidayatuna.v8i1.3298

Abstract

Amid evolving educational paradigms that demand greater inclusivity and cognitive adaptability, this study reexamines the influence of religion on students’ mathematics learning behavior through the lens of the Theory of Planned Behavior (TPB). A mathematical model was developed to analyze how religious values moderate the interplay between attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control in shaping students' intentions to engage in mathematics learning. The study employed a mixed-methods design, integrating structural equation modeling of survey data with qualitative thematic analysis of interviews conducted in culturally diverse elementary school settings. Findings indicate that religion significantly amplifies the positive effects of motivational and normative constructs on learning intention, particularly among students with strong religious orientations. While religiosity fosters greater discipline and perseverance in mathematical tasks, the study also reveals that certain conservative interpretations may restrict creative and critical thinking, thus posing challenges to problem-solving flexibility. These results call for a nuanced pedagogical approach that respects students’ belief systems while promoting open-ended mathematical reasoning. This research contributes to the broader discourse on culturally and religiously responsive education and offers insights for future curriculum reforms that align value-based education with cognitive development goals