Penelitian ini merespon tiga masalah utama dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, yaitu sifat abstrak objek matematika, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru, dan ketergantungan pada metode ceramah konvensional. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini mengusulkan penggunaan media pembelajaran inovatif berbasis permainan tradisional, yaitu Dakota yang dapat dimanfaatkan untuk menyajikan konsep matematika yang lebih konkrit, membuat proses pembelajaran menyenangkan, dan memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk meningkatkan hasil belajar matematikanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran Dakota dalam mengajarkan konsep Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) kepada siswa kelas IV SDN 12 Kendari. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode quasi-eksperimental, dengan desain pretest-posttest control group yang diterapkan pada 30 siswa. Data dianalisis secara statistik deskriptif untuk memetakan distribusi nilai dan uji t berpasangan untuk menguji signifikansi peningkatan hasil belajar. Temuan ini mengonfirmasi bahwa media ini efektif meningkatkan pemahaman konsep FPB dan KPK dengan effect size Cohen’s d=0.58 (sedang). Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal serta mendorong transformasi menuju pembelajaran matematika yang partisipatif. Studi lanjutan direkomendasikan untuk mengeksplorasi adaptasi media serupa pada konsep matematika lain atau jenjang pendidikan yang berbeda.
Copyrights © 2025