Obat dan sediaan farmasi lainnya yang dikelola dalam jumlah banyak, membutuhkan biaya yang besar dan biaya yang ditimbulkan akan meningkat jika pengendalian persediaan tidak tepat. Dengan demikian apotek sangat penting melakukan pengendalian persediaan agar dapat terciptanya suatu efisiensi dalam penggunaan modal. Stok Opname adalah suatu kegiatan pencatatan penggunaan obat dalam waktu satu bulan. Kegiatan tersebut dilaksanakan diawal atau akhir bulan namun pada pelaksanaannya sering kali terlambat dan ditemukan ketidak sesuaian antara kartu stok dan jumlah fisik obat. Ketidak sesuaian antara kartu stok dan jumlah fisik obat menyebakan laporan penggunaan obat yang tidak akurat. Hai ini dapat mempengaruhi perencanaan obat selanjutnya akan memberikan dampak pada ketersediaan obat di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pemusnahan dan penarikan sediaan farmasi alkes dan BMHP di apotek wilayah Semarang Barat. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan rancangan cross sectional termasuk dalam penelitian non eksperimental dengan pendekatan kualitatif pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung terhadap sistem Pemusnahan dan Penarikan sediaan farmasi di beberapa apotek konvensional wilayah Semarang Barat. Hasil penelitian yang dilakukan pada 5 (lima) apotek mendapatkan persentase rata-rata sebesar 82.22%, nilai ini termasuk dalam kategori yang tergolong dalam rentang “sesuai” (>50%). Hal ini menunjukkan bahwa pada kelima apotek telah memenuhi Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Tahun 2019.
Copyrights © 2024