Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana fenomena dan dilema ingatan dalam pemerolehan bahasa anak. Penelitian ini dikaitkan dengan ingatan anak terhadap kisah-kisah yang dialaminya dan apa yang didengar maupun dilihatnya di media elektronik. Objek penelitian yaitu Ziya, anak berusia 3 tahun 4 bulan dengan menggunakan metode wawancara dan pengamatan langsung. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa televisi dapat berdampak positif terhadap pemerolehan bahasanya selama dikontrol dengan benar. Ziya yang memperoleh bahasa pertama bahasa Indonesia, jadi menguasai beberapa kosa kata bahasa Inggris melalu tontonannya. Bahasa ini spontan terucap ketika berinteraksi dengan orang tuanya. Meskipun memperoleh bahasa baru, Ziya tetap menguasai bahasa pertamanya.
Copyrights © 2025