Dalam melakukan kegiatan kerja tentu banyak aktivitas kerja fisik dan kerja mental yang terjadi pada mekanik PT. ABC Kota Balikpapan. Beban kerja yang berlebihan mampu mengakibatkan terjadinya stress dan menimbulkan reaksi emosional. Oleh sebab itu diperlukan pengukuran beban kerja mental untuk mengetahui kapasitas kerja mekanik telah sesuai standar atau belum. Pengukuran beban kerja mental pada penelitian ini dilakukan dengan metode NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index) karena mampu memberikan kuantifikasi beban kerja yang berdasarkan rating dari 6 indikator terkait Mental Demand (MD), Physical Demand (PD), Temporal Demand (TD), Own Performance (OP), Effort (EF), Frustration Level (FR). Dalam penelitian ini melakukan pengumpulan data primer yang bersumber dari hasil kuesioner dan data hasil wawancara terhadap seluruh mekanik yang berjumlah 9 orang. Pengolahan data dilakukan dengan berdasarkan perhitungan NASA-TLX dan didapatkan hasil masing-masing skor beban kerja mekanik yang didapatkan yaitu 63.00, 69.27, 66.73, 64.33, 67.00, 67.73, 64.80, 68.60, 67.60. Melihat hasil keseluruhan skor akhir dari NASA-TLX maka dapat disimpulkan beban kerja mental para mekanik pada PT. ABC Kota Balikpapan masih tergolong tinggi karena diantara skor 57-79 berdasarkan rekomendasi NASA-TLX.
Copyrights © 2024