Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi, tantangan, dan dampak transformasi sosial dari dakwah inklusif yang berbasis budaya lokal di masyarakat pedesaan. Dakwah inklusif dipahami sebagai pendekatan dakwah yang menghargai keberagaman budaya, sosial, dan kepercayaan masyarakat, serta menekankan nilai-nilai toleransi, partisipasi, dan penghormatan terhadap kearifan lokal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus di beberapa komunitas pedesaan, penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh kekuatan pesan teologis, tetapi juga oleh kemampuan dai dalam mengadopsi simbol, bahasa, dan struktur sosial lokal sebagai medium komunikasi dakwah. Namun demikian, pendekatan ini menghadapi tantangan serius, seperti resistensi dari kelompok dakwah skripturalis, ketegangan antara norma adat dan syariat, serta keterbatasan literasi budaya para pendakwah. Temuan studi ini menunjukkan bahwa dakwah berbasis budaya lokal mampu menciptakan transformasi sosial yang signifikan, antara lain peningkatan kohesi sosial, penguatan identitas religius yang inklusif, dan terbentuknya model integratif antara Islam dan budaya lokal. Studi ini merekomendasikan pentingnya pelatihan kultural bagi para dai serta integrasi studi antropologi dalam kurikulum pendidikan dakwah.
Copyrights © 2025