Kemajemukan dalam agama, bahasa, suku, dan budaya menjadi kekuatan pemersatu bangsa, namun juga berpotensi memicu konflik sosial, terutama konflik keagamaan yang sering kali disebabkan oleh kurangnya kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan. Konflik tersebut dapat diperparah oleh sikap intoleran dan penggunaan agama sebagai alat politik untuk mencapai kepentingan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan langkah awal dalam mencegah konflik dan ekstremisme yang berkelanjutan demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multi case single-site exploratory case study untuk menggali fenomenologi yang terjadi di masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam secara individu dengan tujuh informan yang dipilih berdasarkan tiga kriteria: memiliki pemahaman yang mendalam tentang permasalahan yang diteliti, memiliki waktu untuk memberikan informasi, dan dapat memberikan informasi secara faktual sesuai dengan kondisi lapangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik Miles and Huberman yang melibatkan tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi beragama merupakan elemen penting dalam menjaga keberagaman dan mencegah konflik di Indonesia yang multikultural. Perbedaan yang melambangkan keistimewaan di Indonesia ini rentan menjadi isu perpecahan antar umat beragama jika tidak ditanggapi dengan sikap saling menghargai. Penelitian ini mengidentifikasi empat metode utama sebagai landasan untuk penyelesaian konflik dan ekstremisme, yaitu: (1) pendidikan moralitas untuk membangun budi pekerti yang baik, (2) memberikan pemahaman yang benar tentang toleransi beragama, (3) kegiatan sosial antar umat untuk meningkatkan kesadaran hidup berdampingan, dan (4) penerapan hukum terhadap oknum yang memicu konflik dan ekstremisme. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengatasi ketimpangan sosial dan menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.
Copyrights © 2025