LOT digunakan sebagai tahapan awal pembelajaran guna membangun fondasi pemahaman konseptual, sementara AI dimanfaatkan sebagai fasilitator pembelajaran personal yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengujii pengaruh Artificial Intelligence (AI) dan Lower Order Thinking (LOT) terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa dalam mata pelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dengan menggunakan AI dan LOT, kemudian kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Subjek penelitian adalah 60 siswa kelas XI di SMA Negeri 3 Kota Ternate, yang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 30 siswa. Instrumen yang digunakan berupa angket kemandirian belajar dan panduan observasi aktivitas siswa. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji-t dua sampel independen untuk melihat perbedaan kemandirian belajar antara dua kelompok. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor kemandirian belajar siswa kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol.nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen mencapai 88,73, sedangkan kelompok kontrol mencapai 78,90. Uji independen menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05). AI berperan dalam menyediakan umpan balik otomatis dan jalur belajar yang dipersonalisasi, sedangkan LOT berkontribusi dalam membangun keterampilan dasar yang diperlukan sebelum siswa dapat beralih ke aktivitas berpikir tingkat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kolaborasi AI dan LOT dapat menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya efektif dalam penyampaian materi, tetapi juga memberdayakan siswa untuk belajar secara mandiri. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya inovasi teknologi yang selaras dengan pendekatan pedagogis berbasis kognitif dalam mendesain pembelajaran fisika yang adaptif dan memberdayakan.
Copyrights © 2025