Peranan akuakultur dalam produksi perikanan global sejak 1950 hingga 2018 mencapai 8,1 % di setiap tahunnya. Akuaponik sendiri merupakan sistem budidaya ikan yang berkelanjutan yang menggabungkan pemeliharaan ikan dan tanaman dalam lingkungan yang bersifat simbiotik. Ikan Nila adalah salah satu komoditi ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dalam komoditi budidaya ikan air tawar di Indonesia. Sistem ini bertujuan memproduksi ikan dan tanaman secara bersamaan dengan memanfaatkan limbah dari sisa pakan dan feses sebagai nutrien bagi tanaman. Peserta kegiatan berjumlah 22 orang terdiri dari 13 perwakilan Mahasiswa KKN Universitas Pattimura, 4 staf dosen Fakultas Perikanan Unpatti dan 5 orang staf Negeri Larike. Tahapan-tahapan yang dilakukan meliputi diskusi bersama perwakilan masyarakat yang tergabung dalam staf pemerintahan Negeri Larike, pembuatan rangkaian sistem akuaponik, penebaran dan pemeliharaan ikan, persiapan media tanam dan penanaman benih serta perawatan bibit benih dan transplantasi serta proses pemeliharaan ikan. Negeri Larike berada di bawah Pemerintah Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Leihitu. Pada bagian utara berbatasan dengan Negeri Asilulu dan di bagian selatan berbatasan dengan Negeri Wakasihu. Kegiatan diawali dengan diskusi bersama Pemerintah Negeri Larike serta observasi dasar untuk memperoleh informasi serta masukan kedepannya. Pembuatan sistem dimulai dari kerangka dan wadah sebagai media pemeliharaan. Selanjutnya penebaran ikan, persiapan media tanam, pembibitan tanaman, perawatan bibit, transplantansi serta pemeliharaan dan proses pemberian pakan. Kegiatan ini mendapatkan respon dan antusias yang positif dari masyarakat yang terlibat dan juga adanya efisiensi budidaya yang ditandai dengan penggunaan air minim serta tidak adanya penggunaan pupuk tambahan dari luar media.
Copyrights © 2025