Kurikulum Merdeka adalah pengembangan dari kurikulum sementara yang diterapkan selama pandemi COVID-19 sebagai respons terhadap penurunan kemampuan literasi dan numerasi di sekolah dasar. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi guru dan siswa dengan menekankan pembelajaran berbasis proyek serta pendekatan diferensiasi guna meningkatkan efektivitas pembelajaran. Namun, dalam implementasinya, berbagai hambatan timbul, seperti rendahnya motivasi guru dalam mempelajari dan melaksanakan Kurikulum Merdeka. Juga adanya hambatan dari segi infrastruktur yang tidak memadai. Dilakukannya penelitian ini guna mengetahui kesulitan penerapan Kurikulum Merdeka di SDN Mahe Seberang, khususnya terkait dengan kesiapan tenaga pendidik dan aspek pendanaan. Digunakan cara kualitatif dalam kegiatan penelitian melalui observasi serta wawancara. Lalu, ditemukan bahwa pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SDN Mahe Seberang masih menghadapi kendala dari segi pemahaman dan kesiapan guru, yang sebagian masih menganggap kurikulum ini sebagai proyek pemerintah semata. Selain itu, keterbatasan fasilitas turut menghambat optimalisasi pembelajaran. Oleh karena itu, dukungan dalam bentuk pelatihan, pendanaan, serta penyediaan infrastruktur menjadi faktor kunci yang mampu memaksimalkan penerapan Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2025