Penelitian ini mengidentifikasi tantangan dan mengevaluasi efektivitas Kurikulum Merdeka pada sekolah SDN Kuin Utara 7, Banjarmasin. Kurikulum Merdeka dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa melalui pembelajaran aktif dan berpusat pada peserta didik. Namun, di lapangan, penerapannya masih menghadapi kendala, terutama dalam hal optimalisasi partisipasi siswa, kesiapan guru, dan fleksibilitas kurikulum sesuai konteks lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan guru dan kepala sekolah sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan panduan pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam pembelajaran aktif masih perlu ditingkatkan melalui strategi pembelajaran berbasis proyek dan pendekatan berdiferensiasi. Selain itu, komunitas belajar (kombel) dan pelatihan seperti In-House Training (IHT) berperan penting dalam meningkatkan kompetensi guru. Kurikulum Merdeka di SDN Kuin Utara 7 dinilai sudah sesuai dengan kebutuhan siswa, karena adanya evaluasi awal untuk memahami karakteristik peserta didik. Diharapkan temuan penelitian ini dapat memberikan wawasan dalam memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka diberbagai sekolah, sehingga tercipta pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan dengan perkembangan zaman.
Copyrights © 2025