Dalam sejarah kekhalifahan Abbasiyah, perempuan memperoleh tempat dan pendidikan sejajar dengan laki-laki. Pendidikan dan pengajaran berkembang dengan pesat bahkan madrasah berdiri dari kota ke desa. Lembaga pendidikan pada saat itu diberi nama dengan kuttab yang mengajarkan al-Qur’an, Hadits, sastra serta penerjemahan buku-buku ilmu pengetahuan. Kajian ini termasuk kajian kepustakaan (library research). Tujuannya adalah untuk mendiskripsikan pendidikan perempuan pada masa Abbasiyah. Hasilnya ditemukan bahwa metode pengajaran yang digunakan pada saat itu meliputi metode lisan, metode hafalan dan metode tulisan. Sedangkan materi pendidikan ditandai dengan adanya pelajaran yang bersifat wajib yaitu al-Qur’an, pokok-pokok agama Islam, ilmu bahasa Arab, membaca dan menulis sementara yang bersifat pilihan seperti berhitung, ilmu nahwu, bahasa Arab, tarikh dan khat Arab. Pada pendidikan tingkat tinggi materi pelajaran terdiri dari al-Qur’an, Hadits, ushul fiqh serta ilmu bahasa, sedangkan dalam ilmu pengetahuan umum terdiri dari ilmu kimia, ilmu alam, kedokteran dan lain-lain. Ada beberapa sosok perempuan yang telah turut mewarnai perkembangan keilmuan pada masa Abbasiyah diantaranya Zubaidah, Umm al-Mu’awiyah bin Sya’ir, Syajaradud-Durr, Ulayyah binti al-Mahdi, Zainab Umm al-Muwayyid, Khaizuran, Ummul Hasanah dan Shalikhah Shuhda.
Copyrights © 2023