Di tengah dinamika pendidikan abad ke-21, peran kepala sekolah tidak lagi terbatas pada fungsi administratif semata, melainkan juga dituntut mampu menjadi komunikator yang efektif dalam membangun kultur sekolah yang produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran komunikasi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah, dengan mengambil lokasi di SMA Kesuma Bangsa, Desa Londut, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa aktif yang dipilih secara purposif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk memahami secara mendalam praktik komunikasi dalam konteks alami sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi arsip sekolah seperti notulen rapat dan laporan kegiatan. Proses analisis dilakukan secara induktif dan bersifat emik, dengan memerhatikan pola-pola interaksi, makna simbolik, serta konteks sosial budaya dari praktik komunikasi yang berlangsung di lingkungan sekolah. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan kepala sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan motivasi kerja guru, kedekatan emosional dengan siswa, serta terciptanya iklim sekolah yang kondusif dan partisipatif. Komunikasi yang bersifat terbuka, empatik, dan inspiratif mampu membangun kolaborasi antara warga sekolah serta mendukung pencapaian visi dan misi lembaga pendidikan. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi merupakan salah satu kompetensi inti dalam kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dan berorientasi pada mutu pendidikan berkelanjutan.
Copyrights © 2025