Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko produksi usahatani padi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling terhadap 43 petani dengan metode sampel proporsionate sampling. Data di analisis menggunakan diagram tulang ikan (fishbone diagram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 risiko yang teridentifikasi. Risiko yang telah teridentifikasi tersebut dikelompokan menjadi empat kelompok. Kelompok pertama, sumberdaya manusia disebabkan oleh petani tidak membersihkan gulma sehingga banyak muncul gulma dan terlambat penanaman bibit padi. Kelompok kedua, hama dan penyakit disebabkan oleh burung pipit, babi, keong mas, sapi, wereng, walang sangit dan kepinding. Kelompok ketiga, sarana dan prasarana disebabkan oleh saluran irigasi rusak serta ketersediaan air tidak tercukupi. Selanjutnya, kelompok keempat bencana alam disebakan oleh banjir, longsor dan kekeringan. Untuk menghadapi risiko tersebut petani menggunakan dua strategi terdiri dari strategi preventif dan strategi mitigasi. Strategi preventif yang telah dilakukan petani adalah pemasangan tali perak sebagai pengusir hama burung pipit dan melakukan sanitasi lahan serta strategi preventif yang disarankan yaitu pemanfaatan tanaman marigold sebagai tanaman refugia dan melakukan perbaikan saluran irigasi. Pada strategi mitigasi petani melakukan pemakaian pestisida kimia serta strategi yang disarankan diversifikasi tanaman dan mengikuti asuransi pertanian.
Copyrights © 2025