Perkembangan budaya third wave coffee meningkatkan permintaan kosumen pada kopi spesial. Kopi arabika dikenal sebagai kopi spesial karena keunikan cita rasa dan kualitasnya. Kopi arabika spesial dihasilkan melaui kerjasama antar pelaku rantai kopi mulai dari produsen sampai konsumen akhir. Kerjasama yang terjalin antar pelaku membentuk suatu sistem manajemen dalam melakukan regulasi dan kontrol kualitas kopi. Sistem tersebut membentuk pola tata kelola yang secara tidak langsung mengikat dan mengatur semua pelaku. Analisis tata kelola pada rantai nilai kopi arabika dilakukan dengan tujuan mengtahui tipe tata kelola yang terbentuk dan pelaku yang memiliki kekuatan dalam mengatur rantai nilai kopi arabika. Data penilitian ini dilakukan dengan mewawancarai 56 pelaku rantai nilai kopi arabika yang terdiri atas petani kopi, pedagang kopi keci, dan pedagang kopi besar. Data dianalisis menggunakan analisis tata kelola (governance) rantai nilai global dengan mengidentifikasi tiga variabel yaitu complexity, codify, dan capability. Hasil analisis menunjukkan tipe tata kelola rantai nilai kopi arabika adalah tipe modular dengan kondisi pasar eksplisit rendah (setiap pelaku mengikuti pelaku yang lebih kuat) dan asimetri kekuatan yang rendah serta pelaku yang memiliki kekuatan mengatur rantai nilai adalah konsumen.
Copyrights © 2025