Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran emosi dan subjektivitas pembaca dalam proses apresiasi dan interpretasi karya sastra. Dengan menggunakan metode studi pustaka dan pendekatan deskriptif kualitatif, kajian ini memanfaatkan teori-teori dari ranah resepsi sastra, psikologi sastra, dan hermeneutika untuk memahami bagaimana pembaca secara aktif menciptakan makna berdasarkan latar belakang pengalaman, kondisi emosional, serta horizon harapan yang dimilikinya. Puisi “Aku” karya Chairil Anwar dijadikan contoh konkret untuk menggambarkan bagaimana teks sastra dapat ditafsirkan secara berbeda bergantung pada emosi dominan pembaca. Hasil kajian menunjukkan bahwa emosi dan subjektivitas bukanlah pengganggu objektivitas, melainkan elemen penting yang memperkaya dan menghidupkan makna teks sastra.
Copyrights © 2025