Perkembangan perekonomian secara menyeluruh menimbulkan persaingan yang semakin ketat antara pelaku bisnis. Salah satu contoh persaingan industri di bidang jasa adalah persaingan di sektor perbankan. PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk adalah salah satu bank umum yang ikut meramaikan persaingan industri perbankan di Indonesia. Banyaknya nasabah yang melakukan proses pembukaan rekening baru membuat Bank BNI membutuhkan vendor untuk memproduksi kartu debit. Permasalahan terkait pihak vendor selama ini adalah sering terjadinya keterlambatan datangnya kartu debit sampai ke pihak Bank BNI serta tidak adanya stok di vendor dan semua penyebab itu membuat Bank BNI terhambat dalam proses pembukaan rekening baru atau kartu debit baru untuk nasabah. Dalam pemilihan vendor terdapat beberapa cara, salah satunya menggunakan metode analytical hierarchy process atau AHP sebagai penentu bobot dari masing-masing kriteria dan untuk menentukan prioritas atau ranking dari setiap alternative. Hasil yang ditemukan adalah kriteria yang paling berpengaruh dalam pemilihan vendor kartu ATM pada PT Bank Negara Indonesia adalah kriteria kualitas dengan bobot 0,66. Untuk prioritas subkriteria adalah subkriteria Kesesuain barang dengan dokumen (Q1) dengan bobot 0,330. Dan untuk vendor yang terpilih adalah PT CSL dengan bobot 0,560.
Copyrights © 2025