L. Denny Siahaan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pemilihan Vendor Menggunakan Analytical Hierarchy Process “Studi Pada Bank Negara Indonesia Tahun 2024” Nessy. E. V. Simarmata; Juliater Simarmata; L. Denny Siahaan
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Mei - Juni 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i5.4686

Abstract

Perkembangan perekonomian secara menyeluruh menimbulkan persaingan yang semakin ketat antara pelaku bisnis. Salah satu contoh persaingan industri di bidang jasa adalah persaingan di sektor perbankan. PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk adalah salah satu bank umum yang ikut meramaikan persaingan industri perbankan di Indonesia. Banyaknya nasabah yang melakukan proses pembukaan rekening baru membuat Bank BNI membutuhkan vendor untuk memproduksi kartu debit. Permasalahan terkait pihak vendor selama ini adalah sering terjadinya keterlambatan datangnya kartu debit sampai ke pihak Bank BNI serta tidak adanya stok di vendor dan semua penyebab itu membuat Bank BNI terhambat dalam proses pembukaan rekening baru atau kartu debit baru untuk nasabah. Dalam pemilihan vendor terdapat beberapa cara, salah satunya menggunakan metode analytical hierarchy process atau AHP sebagai penentu bobot dari masing-masing kriteria dan untuk menentukan prioritas atau ranking dari setiap alternative. Hasil yang ditemukan adalah kriteria yang paling berpengaruh dalam pemilihan vendor kartu ATM pada PT Bank Negara Indonesia adalah kriteria kualitas dengan bobot 0,66. Untuk prioritas subkriteria adalah subkriteria Kesesuain barang dengan dokumen (Q1) dengan bobot 0,330. Dan untuk vendor yang terpilih adalah PT CSL dengan bobot 0,560.
Kajian Estimasi Variabel Pemudik Lebaran di Pulau Jawa Tahun 2010 dan 2011 Dengan Survei Rumah Tangga L. Denny Siahaan
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 3 (2011): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v23i3.1070

Abstract

Homecoming, called "mudik" in bahasa, at Lebaran is a culture in Indonesia to visit the family at the hometmvn. Hence, it needs bigger transportation capacity than usual. Infrastructure planning for all transportation mode needs the prediction of travelers number, origin and destination of travelers, the utilization preference of all transportation mode, the distribution of travelers per day as the basic availability of transport infrastructure and the prediction of economic effects by the travelers to the local destination. Whereas, there was household survey at 6 big cities in Java Island i.e Jabodetabek (Jakarta, Bogar, Depok, Tangerang and Bekasi), Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, and Surabaya as the origin of travelers to five provinces destination within Java Island (excluded DKI Jakarta) and outside Java Island. The result of survey analysis from 34.3 million citizen at big cities in 2010 with 6,580 household samples which consist of 22,949 respondents found that 23.9% travelers, using cars 27%, buses 40%, motorcycles 14%, trains 12%, ships 1 %, airplanes 3%, and others 3%. The peak time of travelers held on the first, second, and third day before Lebaran and the seventh day after Lebaran. The economic effects from the travelers of five provinces approximately three trillion from the travelers.Keywords: travelers, transportation and lebaran economic