Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep lifelong learning dalam pembelajaran agama, dengan menekankan pendekatan adaptif yang mengintegrasikan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kompetensi sosial-emosional, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur,observasi lapangan, dan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan. Hasil penelitian mengungkap tiga tantangan utama: (1) rendahnya kompetensi guru dalam pengintegrasian teknologi, (2) disparitas infrastruktur digital, dan (3) dominasi metode ceramah yang kurang interaktif. Di sisi lain, inovasi seperti pembelajaran berbasis proyek, digital storytelling, dan kolaborasi dengan komunitas keagamaan terbukti meningkatkan keterlibatan siswa. Era digital juga membuka peluang pemanfaatan artificial intelligence (AI) dan platform interaktif untuk personalisasi pembelajaran. Simpulan penelitian menegaskan perlunya reformasi kurikulum yang berorientasi pada lifelong learning, pelatihan guru berbasis teknologi, dan sinergi trisentris (sekolah-keluarga-masyarakat). Dengan demikian, pendidikan agama tidak hanya membangun fondasi religius, tetapi juga kemampuan adaptif siswa dalam menghadapi dinamika zaman. Kata kunci: lifelong learning, pembelajaran agama, sekolah dasar, pendidikan karakter, teknologi digital.
Copyrights © 2025