Penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran guru dalam membantu peserta didik mengatasi masalah baik akademis maupun non-akademis. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) serta guru Bimbingan dan Konseling (BK) diharapkan dapat bekerja sama dalam membimbing peserta didik agar berkembang secara utuh, baik secara spiritual maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kolaborasi guru PAI bersama guru BK dalam mengatasi permasalahan siswa di SMPN 2 Waru. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 1 guru BK dan 1 guru PAI, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, dan display data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi siswa SMPN 2 Waru terbagi menjadi tiga aspek yaitu; aspek spiritual, aspek personal, dan aspek sosial. Aspek spiritual seperti tidak salat Zuhur dan Duha. Adapun aspek personal meliputi terlambat datang ke sekolah dan absen sekolah. Sedangkan aspek sosial seperti berkelahi dan bulliying. Selanjutnya, teknik penyelesaian masalah di sekolah tersebut dengan membangun kolaborasi guru PAI serta guru BK secara formal dan informal. Penelitian ini mengungkap bahwa kolaborasi antara guru PAI serta guru BK perlu diperkuat dengan melihat tiga aspek permasalahan yang sering terjadi di sekolah.
Copyrights © 2024