Pendidikan dasar memegang peranan penting dalam membentuk pemahaman ilmiah peserta didik, salah satunya melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Namun demikian, masih ditemukan berbagai miskonsepsi di kalangan siswa, khususnya pada materi wujud zat dan perubahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap miskonsepsi yang dialami oleh siswa kelas IV Sekolah Dasar terkait materi tersebut dengan menggunakan tes diagnostik two-tier. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan 41 siswa kelas IV SD Negeri 1 Srandakan sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tes diagnostik two-tier yang dirancang untuk mengungkap pemahaman dan alasan siswa secara bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat miskonsepsi tertinggi terdapat pada topik perubahan wujud zat sebesar 73,13% (kategori tinggi), diikuti oleh jenis-jenis wujud zat sebesar 51,21% dan karakteristik wujud zat sebesar 60,97% (keduanya kategori sedang). Faktor penyebab miskonsepsi antara lain perbedaan pemahaman antar guru, sehingga penyampaian materi tidak seragam. Secara umum, miskonsepsi timbul akibat faktor siswa (prakonsepsi, tahap kognitif, minat, pola pikir), guru (penguasaan materi, metode mengajar, komunikasi), buku teks (informasi kurang akurat), dan metode pengajaran yang terbatas pada satu sudut pandang. Kata Kunci: Miskonsepsi, Test Diagnostik Two-Tier, IPA, Wujud Zat dan Perubahnnya
Copyrights © 2025