Pengasuh (babby sitter) memiliki peran penting di dalam pengasuhan pada keluarga wisatawan mancanegara yang datang berkunjung ke Indonesia khususnya Bali. Pengasuh (babby sitter) bukan hanya bertugas memenuhi kebutuhan fisik namun juga psikis bahkan diperlukan dalam stimulasi agar perkembangan anak asuhannya bisa optimal. Keberadaan anggota keluarga wisatawan mancanegara yang memiliki disabilitas tentu membawa pengasuhan yang berbeda. Pengetahuan akan individu disabilitas yang dimiliki pengasuh (babby sitter) tidaklah sama sehingga perlu dilaksanakan pelatihan dengan tujuan menambah pengetahuan pengasuh (babby sitter) terkait mendampingi individu dengan disabilitas. Pelatihan diberikan di sebuah layanan kesehatan di Denpasar, diikuti oleh enam belas pengasuh (babby sitter) dan berlangsung selama sehari. Metode yang dilakukan adalah ceramah, diskusi, simulasi dan evaluasi melalui pemberian pre test dan post test. Teknik analisis data menggunakan N-Gain score. Hasil perhitungan rata-rata selisih nilai post test dengan pre test sebesar 0,5489, menunjukkan kategori sedang. Hasil perhitungan persentase N-Gain score diperoleh nilai rata-rata 54, 89 sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan bahwa pelatihan pengasuh (babby sitter) untuk anggota keluarga wisatawan mancanegara yang disabilitas di Denpasar efektif.
Copyrights © 2025