Kebersihan vulva yang buruk berkontribusi terhadap prevalensi gangguan reproduksi di kalangan wanita. Sebanyak 5,2 juta remaja putri menderita gejala pascamenstruasi akibat tidak menjaga kebersihan vulva selama menstruasi. Peningkatan ini dikaitkan dengan kurangnya pemahaman remaja putri tentang kebersihan vulva. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat apakah pendidikan kesehatan tentang kebersihan menstruasi menggunakan media ICM dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri di SMP IT Al Madinah Nogosari. Penelitian ini dirancang dengan eksperimen semu, desain kelompok kontrol non-ekuivalen pada tes awal dan tes akhir. Kelompok eksperimen mendapat penyuluhan kesehatan tentang kebersihan menstruasi menggunakan media ICM, sedangkan kelompok kontrol mendapat penyuluhan dengan ceramah. Subjek penelitian ini adalah siswi SMP IT Al Madinah Nogosari yang terdiri dari 9 kelas dan jumlah siswi 247 orang. Dengan menggunakan teknik proporsional stratified sampling, dipilih 39 remaja putri untuk setiap kelompok (total 78 orang). Tingkat pengetahuan remaja putri dinilai dengan menggunakan kuesioner yang berisi pernyataan-pernyataan tentang kebersihan menstruasi. Pendekatan Mann Whitney nonparametrik digunakan untuk mengevaluasi data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, pendidikan kesehatan tentang kebersihan menstruasi menggunakan media ICM pada tingkat pengetahuan remaja putri kelompok eksperimen terdapat dampak yang signifikan (p = 0,000) dibandingkan dengan pemberian pendidikan kesehatan dengan ceramah pada kelompok kontrol.
Copyrights © 2025