Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG KANGOROO MOTHER CARE PADA BAYI BBLR : DESCRIPTION OF POST PARTUM MOTHER'S KNOWLEDGE ABOUT KANGOROO MOTHER CARE IN PREMATURE BABIES Fatmawati, Rizka; Wijayanti
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 13 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v13i2.133

Abstract

Latar Belakang: Penyebab terbesar kematian bayi diakibatkan oleh berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu sebanyak 35,15%. Penanganan bayi BBLR pada prinsipnya menjaga suhu tubuh bayi agar tetap stabil, salah satunya menggunakan metode Kangaroo Mother Care (KMC). Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan ibu post partum tentang Kangaroo Mother Care pada bayi BBLR. Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah deskriptif survei, sampel diambil dengan teknik accidental sampling yang memenuhi kriteria inklusi maupun eksklusi. Responden penelitan merupakan ibu bayi BBLR yang telah mendapatkan edukasi terkait KMC yang berjumlah 21 responden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan menggunakan Kuder Richardson (K-R 20) didapatkan hasil koefisien reliabilitas yaitu 0,935. Hasil: Hasil penelitian diketahui karakteristik umur sampel terbanyak pada rentang usia 20 - 35 tahun sebanyak 20 orang (95,2%), Karakteristik responden berdasarkan berat badan bayi mayoritas adalah berat badan bayi 2000 – 2500 gram sebanyak 15 orang (71,4%), Karakteristik responden berdasarkan umur kehamilan mayoritas kurang dari 37 minggu sebanyak 11 orang (52,4%). Sedangkan hasil tingkat pengetahuan responden menunjukkan sebanyak 15 responden (71,4%) memiliki pengetahuan yang cukup terkait KMC. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan instansi terkait dapat memodifikasi sistem edukasi terkait KMC misalkan dengan adanya penilaian pre dan post pengetahuan ibu, edukasi lebih terstruktur dan adanya tindak lanjut setelah diberikan edukasi tersebut seperti pemberian leaflet atau poster. ABSTRACT Background: The biggest cause of infant death is low birth weight (LBW), which is 35.15%. Handling LBW babies is in principle about maintaining the baby's body temperature to remain stable, one of which is using the Kangaroo Mother Care (KMC) method.Goals: To determine the knowledge of post partum mothers about Kangaroo Mother Care in premature babies.Methods: The design of this research is a descriptive survey, the sample was taken using an accidental sampling technique that met the inclusion and exclusion criteria. The research respondents were mothers of LBW babies who had received education regarding KMC, totaling 21 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire whose validity and reliability had been tested using Kuder Richardson (K-R 20). The reliability coefficient was 0.935.Results: The results of the research showed that the age characteristics of the largest sample were in the age range 20 - 35 years, as many as 20 people (95.2%), the characteristics of respondents based on the baby's weight, the majority were babies weighing 2000 - 2500 grams, 15 people (71.4%), Characteristics Based on the majority of respondents, gestational age was less than 37 weeks, there were 11 people (52.4%). Meanwhile, the results of the level of knowledge of respondents showed that 15 respondents (71.4%) had sufficient knowledge regarding KMC.Conclusion: Based on the results of this research, it is hoped that the relevant agencies can modify the education system related to KMC, for example by providing pre and post assessments of maternal knowledge, more structured education and follow-up after the education is given, such as providing leaflets or posters.
HUBUNGAN PERILAKU ASERTIF PERAWAT DENGAN MUTU PELAYANAN PADA PASIEN Luluk Purnomo; Sheli Dela Saputri; Sri Mintarsih; Wijayanti
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Juli: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.479 KB) | DOI: 10.55606/jrik.v2i2.594

Abstract

Latar Belakang : Masih banyak kasus ditemukan dengan keluhan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang masih kurang, dokter datang terlambat, perawat kurang peduli pada keluhan pasien, sehingga pasien merasa mutu pelayanannya tidak sesuai, oleh karena itu pasien akan mencari tempat pelayanan kesehatan yang lebih baik. Perilaku asertif merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit. Tujuan : menganalisa hubungan perilaku asertif perawat dengan mutu pelayanan pada pasien. Metode Penelitian: Metode penelitian menggunakan quasi experimental dengan rancangan penelitian cross-sectional design. Pengambilan sampel menggunakan pursosive sampling dengan 37 responden. Instrumen penelitian menggunakan alat ukur instrumen perilaku asertif perawat Liesmangku Langit dengan 12 pertanyaan dan instrumen mutu pelayanan keperawatan pada pasien Nurul dan Anisa dengan 25 pertanyaan. Uji Normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dan Analisa data Chi-Square. Hasil Penelitian : Hasil uji Shapiro-Wilk pada perilaku asertif yaitu 0,364 dan mutu pelayanan yaitu 0,145. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji Chi-Square, diperoleh perilaku asertif dan mutu pelayanan dengan p value = 0,031 dimana <0,05. Kesimpulan : Ada hubungan antara perilaku asertif perawat dengan mutu pelayanan keperawatan.
The Effect of Organizational Climate, Communication, and Organizational Commitment On Generation Z Performance Annisa, Nenden Nur; Wardhani, Diana Pramudya; Wijayanti; Putri, Lailatul Anzil Hidayah
INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMICS, MANAGEMENT, BUSINESS, AND SOCIAL SCIENCE (IJEMBIS) Vol. 3 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : CV ODIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59889/ijembis.v3i3.185

Abstract

Performance is work behaviour that has been achieved in completing the tasks and responsibilities given within a certain period. Factors that affect performance are organizational climate, communication and organizational commitment. The purpose of this study was to examine the effect of organizational climate on employee performance, to examine the effect of communication on employee performance, and to examine the effect of organizational commitment on employee performance. The population in this study were all employees of PT. Tjengkeh Plantation Kendal Selokaton Plantation 120 employees. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique with the criteria of sample employees taken being contract employees and employees aged at least 18-28 years, or at least the year of birth in 1995. Data collection used a questionnaire with alternative answer choices using a Likert scale that had been tested and met the requirements of validity and reliability. The analytical tool used is multiple linear regression. The results of the data analysis show that organizational climate has a positive and significant effect on employee performance, communication has a positive and significant effect on employee performance, and organizational commitment has a positive and significant effect on employee performance.
Management Application of Aloe Vera Compresses and Back Massage for Breast Engagement in Postpartum Mothers: Experiment Study Prastyoningsih, Aris; Wijayanti; Agnes Prawistya; Juda Julia
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 1 (2023): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i1.550

Abstract

Swelling of the breast (engorgement)  is a reservoir of milk caused by a narrowing of the lactofery duct by glands that are not completely emptied. Non-pharmacologically by giving aloe vera compresses can reduce breast swelling. aloe vera plant which contains anthraquinone, aloeemodin, bradikanase enzymes, carboxy peptidase, salicylates, tannins and saponins which have benefits in overcoming pain and anti-inflammatory. The potential use of aloe vera in the treatment of breast swelling has not been widely used by the public. Research on the management of aloe vera compresses and back massage on breast swelling used a quasy experimental research design with one group pre-test and post-test design. The study was conducted on 30 respondents who experienced breast swelling. The sampling technique uses purposive sampling. Statistical analysis of data to determine the effectiveness of giving aloe vera compresses and back massage in reducing breast swelling through the SPES (Six Point Engorgement Scale) score and clinical examination of the breast with the Paired Sample T-Test. The results showed that aloe vera compresses combined with back massage were effective in the management of swollen breasts in nursing mothers with a p value <0.005 (0.000).
ASPEK RUANG SEBAGAI LANDASAN PEMILIHAN RUANG DI TEPI LAUT SENGGOL Shafar, Muhammad Uliah; Wijayanti
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 10 No 2 (2023): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v10i2a3

Abstract

The increasing of people’s demand on waterfront public space has motivated the waterfront concept that meet the visitor needs. One way to know public space design has met visitor needs is from understanding the preference on public space. Because of those demands, few spaces have emerged in Parepare, one of them is Senggol Beach. Waterfront public space has developed into two distinct spaces. This distinction create a contrast condition which enables people to pick one of the space between them. The huge difference in visitor number potentially creates unbalance to both of spaces. Therefore, Senggol Beach would not be optimal. In this case, public space clearly require the understanding of visitor needs through understanding of their preference. The purpose of this study is to analyze the space aspect which underlying the choice of space in the waterfront. This research method is mixed-method. While, this research design is cross-sectional using cross tabulation and biplot image analysis. Through questionnaire survey, respondents which consist of 85 people were asked to choose one of the spaces which they liked, including their reason to like it according to space aspects. The result shows that 66% respondents like A space and 35% like B space. The reason of many respondents is regarding facilities aspect. Therefore, available designs in B space does not satisfy most respondent’s preference.
EFEKTIFITAS PIJAT REFLEKSI KAKI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU Yuli Widyastuti; Rima Septiana Purbaningrum; Wijayanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): JULI : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i2.641

Abstract

Latar Belakang: hipertensi merupakan penyakit yang dapat dialami oleh berbagai kalangan masyarakat dari kalangan tingkat sosial tinggi hingga menengah kebawah, dari kalangan remaja hingga lansia dimana kondisi tersebut mengalami peningkatan tekanan darah dari kondisi nomal (130/80 mmHg). Angka kejadian penyakit hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%, sedangkan jumlah penderita dengan hipertensi di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu berdasarkan data rekam medis pada tahun 2021 sebanyak 443 orang. Pijat kaki memiliki efek mekanis memperlancar peredaran darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan : menganalisis efektivitas refleksi pijat kaki terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode penelitian: menggunakan desain experiment, One Group Pretest-Postest. Populasi dalam penelitian ini yaitu pada pasien hipertensi. Sampel berjumlah 10 orang diambil dengan teknik Non Probability Sampling yaitu Purposive Sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diberi pijat ±15 menit. Analisis data menggunakan uji T Paired. Hasil: hasil penelitian didapatkan bahwa mean atau rata-rata MAP yang bernilai postif 8,4 berarti terjadinya kecendrungan penurunan tekanan darah sesudah dilakukan pijat refleksi kaki ± 15 menit, sebagai rincian rata-rata penurunan MAP pada hari 1 sebesar 7,6%, hari ke 2 sebesar 5,5%, dan pada hari ke 3 sebesar 7,3. Hasil uji analisis diperoleh nilai p value = 0,000 < α (0,05). Kesimpulan: pemberian refleksi pijat kaki berpengaruh/ efektif terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi.
PENGARUH PELATIHAN MIDWIFERY UPDATE DENGAN METODE DARING DIMASA PANDEMI COVID 19 TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KOMPETENSI BIDAN DI IBI CABANG KOTA SURAKARTA Munaaya Fitriyya; Wijayanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.647

Abstract

Latar Belakang: Pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial atau social distancing untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah dengan menerapkan work from home (WFH). Salah satu kegiatan yang mengalami pergeseran pelaksanaan adalah penyelenggaraan pelatihan secara daring (online training) untuk para tenaga kesehatan dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan memaksimalkan potensi yang ada. Pelatihan Midwifery Update adalah meningkatkan pelayanan kebidanan yang bermutu. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh pelatihan dengan metode daring terhadap kompetensi bidan di IBI Cabang Surakarta. Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan metode one group pre-post test desain. untuk mengetahui pengaruh pelatihan Midwifery Update metode daring terhadap peningkatan pengetahuan bidan IBI Cabang Surakarta dengan menggunakan uji pair t test, karena data penelitian ini memenuhi asumsi normalitas. Tehnik pengambilan sampling Non Probability Sampling ( tidak secara acak) dengan metode quota sampling. Populasi penelitian ini adalah Peserta Pelatihan Midwifery Update IBI Cabang Surakarta sejumlah 50 orang. Hasil : terdapat peningkatan skor pengetahuan Bidan sesudah pelatihan Midwifery update metode daring sebesar 11,36 (95%CI8,53-14,19) dan nilai p=<0.001(p<0,05), yang berarti bahwa pelatihan Midwifery Update metode daring berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan bidan IBI Cabang Surakarta, dimana pelatihan Midwifery update metode daring mampu meningkatkan skor pengetahui bidan sebesar 11,36 atau 19,8%. Kesimpulan: Pelatihan Midwifery Update metode daring berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan bidan IBI Cabang Surakarta
Analisis Pre Marital Screening Program Pencegahan Stunting pada Catin Putri Wijayanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): JULI : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i2.826

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan karena kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan, anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%. Faktor yang menyebabkan stunting, di antaranya kekurangan gizi pada sebelum maupun saat kehamilan. Upaya yang dilakukan dengan pre marital screening. Tujuan penelitian adalah melakukan analisis pre marital screening program pencegahan stunting pada catin putri. Jenis penelitian kuantitatif dengan deskriptif survei di UPT Puskesmas Jaten Kabupaten Karanganyar pada bulan Maret – Agustus 2022. Jumlah sampel 46 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Uji statistik dilakukan secara univariat untuk memperoleh prosentase dari masing-masing variabel serta menyimpulkan resiko terjadinya stunting pada responden. Hasil analisis pre marital screening pencegahan stunting pada calon pengantin putri dengan indikator 1) Umur 2) Indek Massa Tubuh 3) Kadar Hemoglobin 4) Status Gizi 5) Perilaku Merokok Atau Terpapar Asap Rokok diperoleh kategori tidak beresiko stunting (ideal) menunjukan sejumlah 54% dan kategori beresiko stunting sejumlah 46%.
Analisis Pre Marital Screening Program Pencegahan Stunting pada Catin Putri Wijayanti
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1345.224 KB) | DOI: 10.55606/jurrikes.v1i2.579

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan karena kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan, anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%. Faktor yang menyebabkan stunting, di antaranya kekurangan gizi pada sebelum maupun saat kehamilan. Upaya yang dilakukan dengan pre marital screening. Tujuan penelitian adalah melakukan analisis pre marital screening program pencegahan stunting pada catin putri. Jenis penelitian kuantitatif dengan deskriptif survei di UPT Puskesmas Jaten Kabupaten Karanganyar pada bulan Maret – Agustus 2022. Jumlah sampel 46 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Uji statistik dilakukan secara univariat untuk memperoleh prosentase dari masing-masing variabel serta menyimpulkan resiko terjadinya stunting pada responden. Hasil analisis pre marital screening pencegahan stunting pada calon pengantin putri dengan indikator 1) Umur 2) Indek Massa Tubuh 3) Kadar Hemoglobin 4) Status Gizi 5) Perilaku Merokok Atau Terpapar Asap Rokok diperoleh kategori tidak beresiko stunting (ideal) menunjukan sejumlah 54% dan kategori beresiko stunting sejumlah 46%.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja dalam Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMP Muhammadiyah 8 Surakarta Wulandari, Retno; Desy Widyastutik; Wijayanti; Deny Eka W
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3186

Abstract

Data from Riskesda in 2013 and 2018 shows an increase in the prevalence of cancer in Indonesia from 1.4% to 1.49%. The prevalence of cancer in Indonesia based on age groups shows that a significant increase begins to occur at ages above 35 years. Screening is a government effort or a simple and easy test carried out on healthy populations with the aim of distinguishing people who are sick or at risk of contracting disease from healthy people. One form of increasing public awareness about the symptoms and signs of cancer is providing public education about breast self-examination (BSE). Counseling was carried out to 15 female students at SMP Muhammadiyah 8 Surakarta and the results showed that 100% of the students were able to do BSE themselves.   ABSTRAK                 Kanker payudara adalah jenis kanker yang menduduki urutan kedua terbanyak di dunia pada wanita. Berdasarkan survei dari World Health Organization (WHO) di tahun 2018, kanker payudara dialami oleh 8% hingga 9% wanita di dunia (WHO, 2018). Tahun 2018 kanker payudara menyebabkan kematian kedua dari total keseluruhan semua jenis kanker (348.809 kasus) pada wanita di Indonesia, kanker payudara menyumbang sebesar 58.256 (16,7%) (Kemenkes RI, 2021). Skrining adalah upaya pemerintah atau tes yang sederhana dan mudah yang dilaksanakan pada populasi masyarakat sehat yang bertujuan untuk membedakan masyarakat yang sakit atau beresiko terkena penyakit di antara masyarakat yang sehat. Salah satu bentuk peningkatan kesadaran masyarakat tentang gejala dan tanda-tanda kanker salah satunya adalah pemberian edukasi masyarakat tentang  pemeriksaan Payudara sendiri (SADARI). Penyuluhan dilakukan kepada siswi di SMP Muhammadiyah 8 Surakarta sebanyak 15 siswi didapatkan hasil bahwa  100 % siswa sudah dapat melakukan SADARI sendiri.