Tingkat stres kerja guru lebih tinggi dibandingkan profesi lain berdasarkan penelitian RAND Corporation. Stres kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perilaku siswa, perubahan kurikulum, teknologi, dan kondisi fisik lingkungan sekolah. Sekolah sebagai tempat kerja guru rentan menimbulkan kelelahan yang memicu stres, terutama di wilayah beriklim tropis kering seperti Kabupaten Sikka yang memiliki curah hujan rendah dan vegetasi terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh stres kerja terhadap kinerja guru dalam konteks kenyamanan termal bangunan sekolah menggunakan metode Predicted Mean Vote (PMV). Variabel pengukuran meliputi suhu udara, kelembaban, kecepatan angin, serta aktivitas dan pakaian guru. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan sampel jenuh 28 guru di SMP Katolik Yapenthom 1 Maumere. Data dikumpulkan melalui wawancara lapangan, pemasangan alat ukur kenyamanan termal, dan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh signifikan negatif terhadap kinerja guru melalui gangguan konsentrasi dan motivasi. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor pada bangunan yakni dari sisi orientasi bangunan, arah hadap bukaan maupun ketiadaannya shading device pada gedung kelas sehingga berpengaruh secara langsung terhadap peningkatan suhu dan kelembaban udara yang terjadi di dalam kelas.
Copyrights © 2025